Manfaat & Khasiat Tanaman Bunga Matahari

Manfaat & Khasiat Tanaman Bunga Matahari
Bunga Matahari (Helianthus annuus)
Berikut ini tentang manfaat dan khasiat tanaman bunga matahari untuk kesehatan tubuh manusia. Bunga Matahari (Helianthus annuus) asal Amerika Utara ini pada tahun 1919 ditanam di Jawa, sering ditemukan di gunung-gunung, di daerah yang memiliki kelembaban yang cukup dan memperoleh sinar matahari langsung, bisa juga tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1500m di atas permukaan air laut. Bunga matahari biasa ditanam sebagai tanaman hias karena bentuk dan warna bunganya indah.
Habitus herba anual (umurnya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbatang basah (herbaceus) dengan kulit batang luar kasap dan berbulu, tinggi 1-3m. Daunnya tunggal berbentuk jantung, bunga berwarna kuning, ukuran bunga besar berbentuk cawan dengan mahkota berbentuk pita di sepanjang tepi cawan dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, berwarna coklat.

Familia: Compositae
Nama asing: Xiang ri kui (T) mirasol (F), sun flower (I), girasol (S), grand soleil, tournesol, sonneblume, zonnebloem.

Nama daerah:
  1. Sumatra : bungong matahuroi, bungga ledomata, (Aceh), bunga panca matoari, bunga teleng matoari (Minangkabau).
  2. Jawa : bungka matahari, kembang sarengenge (Sunda), kembang sangenge, kembang srangenge, purba negara (Jawa), kembang mata are, kembhang tampong are (Madura).
  3. Nusa Tenggara : sungeng (Bali), kembang sringenge (Sasak), bungga ledomata (Roti).
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
  • Rasa lembut, netral
  • Bunga berkhasiat menurunkan tekanan darah (hipotensif), mengurangi rasa nyeri (analgesik).
  • Biji berkhasiat sebagai antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzim, dan lain-lain), merangsang pengeluaran campak (measles).
  • Daun berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), mengurangi rasa nyeri (analgesik), antimalaria.
  • Akar berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh air seni (diuretik), pereda batuk (antitusif), menghilangkan rasa nyeri (analgesik).
  • Sumsum dari batang dan dasar bunga berkhasiat merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang air seni (diuretik), menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air seni.
Kandungan kimia:
  • Bunga mengandung quercimeritrin, helianthoside A, B, C, asam oleanolat, asam echinocystat.
  • Biji mengandung sitosterol, prostaglandin E, asam chlorogenic, asam quinat, phytin, 3,4 benzopyrene. Dalam setiap 100 gram minyak biji bunga matahari terdapat lemak dengan total 100, yang terbagi dalam lemak jenuh 9,8, lemak tak jenuh yaitu oleat 11,7 dan linoleat 72,9, sisanya tidak mengandung kolesterol.
Bagian yang dipergunakan: Seluruh tumbuhan, untuk penyimpanan dikeringkan.

Khasiat menyembuhkan:
1. Bunga :
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Rasa nyeri pada sakit kepala, pusing
  • Telinga berdengung
  • Sakit gigi
  • Nyeri lambung (gastritis)
  • Kanker lambung
  • Nyeri menstruasi (dismenorrhea)
  • Radang payudara (mastitis)
  • Rematik
  • Mempermudah kelahiran (parturifasien)
  • dan lain-lain.
2. Biji :
  • Menambah nafsu makan (stomakik)
  • lesu, meningkatkan stamina
  • Disentri mengandung darah
  • Merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak
  • Sakit kepala
  • dan lain-lain.
3. Akar :
  • Infeksi saluran kemih
  • Kencing batu
  • Susah buang air besar atau sembelit (konstipasi)
  • Buang air kecil susah dan nyeri (disuria)
  • Radang saluran napas (bronkhistis)
  • Batuk rejan (pertussis)
  • Keputihan (leukorrhea)
  • Hernia
  • Nyeri lambung atau mag (gastritis), perut kembung (meteorrismus)
  • dan lain-lain.
4. Daun :
  • Malaria
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Terbakar, tersiram air panas
  • dan lain-lain.
5. Sumsum dari batang dan dasar bunga (receptaculum) :
  • Kanker lambung
  • Kanker esophagus
  • Nyeri lambung (gastritis)
  • Buang air kemih sukar dan nyeri (disuria)
  • Batu saluran kemih
  • Air kemih mengandung darah (hematuria)
  • Air kemih mengandung lemak (chyluria)
  • Keputihan (leukorrhea)
  • dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian Luar : Tumbuhan bunga matahari dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : Bunga 30-90 gram, dasar bunga (reseptaculum) 30-90 gram, sumsum dari batang 15-30 gram, akar 15-30 gram semuanya direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar:
  1. Rematik : Kepala bunga matahari secukupnya, 15 gram jahe merah (Zingirber officinale Rosc.), dierbus dengan air secukupnya sampai mengental, lalu tambahkan air putih secukupnya, setelah dingin ditwmpwlkan pada tempat yang sakit.
  2. Bisul : Bunga matahari secukupnya disangrai hingga berwarna kecoklatan dan ditumbuk halus, tambahkan minyak wijen dan aduk rata lalu ditempelkan pada bisul.
  3. Radang payudara (mastitis) : Dasar bunga matahari (reseptakulum) secukupnya disangrai dan ditumbuk hingga halus, tambahkan minyak wijen, aduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
Pemakaian dalam:
  1. Sakit kepala : 30 gram bunga matahari, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 1 butir telur ayam (tidak dipecahkan), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum sesudah makan, sedangkan telurnya dimakan. Lakukan dua kali sehari.
  2. Pusing : Biji bunga matahari digongseng dan dikupas kulitnya, digiling hingga menjadi bubuk, tambahkan gula pasir secukupnya, ambil enam gram bubuk tersebut lalu diseduh dengan air mendidih, hangat-hangat disaring lalu airnya diminum, lakukan secara teratur. atau 30-60 gram bagian tengah bunga matahari segar dan telur ayam rebus yang telah dikupas  kulitnya direbus dengan satu liter air sehingga tersisa 500 cc, lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 250 cc dan telurnya dimakan. atau Satu buah dasar bunga matahari segar (receptaculum) dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  3. Sakit gigi : 60 gram dasar bunga (receptaculum) bunga matahari, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  4. Radang payudara (mastitis) : Bunga matahari (tanpa biji) secukupnya, dipotong hingga halus lalu dijemur sampai kering atau disangrai hingga hangus kemudian digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 10-15 gram bubuk tersebut tambahkan 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), gula dan madu masing-masing secukupnya, direbus dengan air hingga mendidih, aduk hingga rata lalu diminum. Lakukan tiga kali sehari, pertama kali minum harus keluar keringat (tidur pakai selimut).
  5. Batuk (tussis), sesak napas (asma) : 1 kuntum bunga matahari segar, diambil bagian tengahnya dan gula batu secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring dan airnya diminum.
  6. Batuk rejan (pertussis) : 30 gram bunga matahari dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu airnya diminum.
  7. Sesak napas (asma) : 30-60 gram bagian tengah/cawan bunga matahari segar dan 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum. Lakukan dengan teratur.
  8. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : 60 gram dasar bunga (reseptakulum) bunga matahari, 30 gram rambut jagung (Zeamays L.), gula secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum hangat-hangat. atau 30-60 gram daun bunga matahari segar, 60 gram akar alang-alang (Imperata cylindrica [L.] Beauv.), 1 buah belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) yang sudah matang, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  9. Mencegah kanker lambung : 30-90 gram dasar bunga matahari (receptaculum) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu diminum airnya.
  10. Kembung, nyeri lambung, mag (gastritis) : 30 gram akar bunga matahari, 10 gram adas (Foeniculum vulgare Mill.) 10 gram biji ketumbar (Coriandrum sativum L.), 5 butir kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  11. Sakit pada ulu hati dan sakit perut : Akar bunga matahari kering secukupnya ditumbuk hingga halus, lalu diseduh dengan air panas dan airnya diminum. Lakukan 2 - 3 kali sehari, setiap kali 6 gram.
  12. Disentri : 10 gram biji bunga matahari, 30 gram tumbuhan patikan kebo (Euphorbia hirta L.), gula batu secukupnya, ditim selama 1 jam, setelah diangkat lalu diminum airnya hangat-hangat.
  13. Susah buang air besar (costipatio_ dan buang air kecil (oliguria) : 15-30 gram akar bunga matahari segar, 30 gram daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus {Bl.] Miq.), 60 gram daun ubi jalar (Ipomoea batatas Poir.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  14. Infeksi saluran kemih : 30 gram akar bunga matahari segar, 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), 30 gram daun sendok (Plantago mayor L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  15. Kencing batu : 30 gram bunga matahari, 30 gram labu bligo (Benincasa hispida Cogn.), 30 gram daun keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), 30 gram rambut jagung (Zea mays L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  16. Beri-beri dan buang air kencing tidak lancar (oliguria) : 15 gram akar bunga matahari dan 30 gram kulit labu bligo (Benincasa hispida Cogn.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  17. Sakit perut saat datang haid (dysmenorrhea) : 30 gram bagian dasar bunga matahari (reseptakulum) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu airnya diminum.
  18. Keputihan (leucorrhea) : 30 gram bagian tengah batang bunga matahari, 5 buah angco merah dan 5 buah angco hitam (dapat dibeli di supermarket), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya, sedangkan angconya dimakan. atau 60 gram dasar bunga matahari (reseptakulum) segar direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  19. Badan lemah setelah melahirkan : 30 gram bagian tengah batang (sumsum) bunga matahari direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  20. Pendarahan : 1 buah dasar bunga matahari (reseptakulum) segar dan 100 gram akar rimpang teratai direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  21. Hernia : 30 gram akar bunga matahari, 10 gram biji jeruk (Citrus Sp.), 1 buah biji mangga kering (Mangifera indica L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya disaring dan diminum hangat-hangat.
Catatan:
  1. Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan Ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (tractus digestivus).
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit berat tetap konsultasi ke dokter.
  3. Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga matahari.
Demikian pokok bahasan kita kali ini mengenai manfaat dan khasiat tanaman bunga matahari untuk kesehatan tubuh Anda dan keluarga. Semoga dapat membantu Anda dalam mengobati penyakit yang diderita agar lekas sembuh.

Manfaat Tanaman Bunga Bugenfil/Bougainvillea

Manfaat Tanaman Bunga Bugenfil/Bougainvillea
Bugenfil (Bougainvillea glabra Choicy)
Ini info untuk Anda yang ingin memanfaatkan khasiat bunga bugenfil bagi kesehatan tubuh. Bunga Bugenfil (Bougainvillea glabra Choicy) bisa ditemukan diseluruh daerah tropis pada ketinggian 1 - 1400m diatas permukaan air laut, menyukai tanah gambur yang mengandung pasir dan terkena cahaya matahari langsung sepanjang hari. Bougainvill nama tanaman hias asal Brazilia ini konon berasal dari nama seorang komodor laut Perancis yaitu Louis Antoine de Bougainville. Pengembangbiakan dapat dilakukan dengan setek batang, cangkok, okulasi atau biji. Perdu yang memanjat dan berbatang kayu (liana), mempunyai duri yang berbentuk kait, tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 5 -15 m, dengan ranting , daun, dan karangan bunga kerapkali mempunyai rambut-rambut halus berwarna jingga. Daun tunggal, duduk berhadapan, bertangkai, bentuk bulat telur sampai elips, ujung meruncing, tepi rata, panjang 4 -10 cm, dan lebar 2 - 6 cm. Bunga kecil-kecil seperti terompet, tumbuh berkelompok tiga, masing-masing bunga mempunyai satu daun pelindung yang lebar dan warnanya dapat bermacam-macam, sehingga ketiga kelompok bunga tersebut membentuk satu kesatuan seperti sekuntum bunga. Bunga keluar dari ketiak daun atau diujung ranting dan setiap satu tangkai bunga terdapat 1 - 7 kelompok bunga. Warna daun pelindung beraneka ragam, tergantung jenisnya, ada yang berwarna merah, ungu, jingga, putih, atau kuning. Buahnya kecil, di Jawa jarang terbentuk.

Familia: Nyctaginaceae

Nama asing: Ye zi hua (T), Bougenfill flower (I), bunga kertas (M).
Nama daerah: Kembang kertas

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasa pahit, kelat, hangat berkhasiat memperlancar sirkulasi peredaran darah.

Kandungan kimia:
Dari Bougainvillea glabra var. Sanderiana Hort. Telah diisolasi empat jenis bougainvillen, yaitu betanidin, isobetanidin, 6-0-beta-saphoroside, 6-0-rhamnosysophoroside.

Bagian yang digunakan: Bunga dan batang yang dikeringkan

Khasiat menyembuhkan:

  • Keputihan (leucorrhea)
  • Haid tidak teratur (irreguler menstruation)
  • Hepatitis
  • Dan lain-lain
Dosis pemakaian:

  1. Pemakaian luar : tumbuhan bugenfil, dicuci bersih dan dihaluskan lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum): 9-15 gram direbus, airnya diminum
Pemakaian dalam:
  1. Hepatitis : 15 gram batang bugenfil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum hangat-hangat.
  2. Keputihan (leucorrhea): 9 - 15 gram bunga bugenfil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  3. Keputihan (leucorrhea), nyeri waktu haid (dysmenorrhea): 15 gram bunga bugenfil dan 90 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.
  4. Sakit waktu haid dan darah haid bergumpal : 15 gram bunga bugenfil, 15 gram bunga ros/mawar (Rosa chinesis Jacq.) dan 70 gram daun lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc.
  5. Terlambat haid : 15 gram bunga bugenfil, 15 gram temu item hitam (Curcuma aeruginosa), dan 90 gram daun lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc.
  6. Haid tidak teratur : 9 - 15 gram bunga bugenfil dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus), direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
Pemakaian luar:

  1. Bisul : Bunga bugenfil dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata), masing-masing secukupnya, dicuci bersih dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bisul.
  2. Biang keringat, gatal-gatal (pruritus) : bugenfil, sirih (Piper betle), dan daun lidah buaya (Aloe Vera) dicuci dan direbus dengan air secukupnya hingga mengental lalu dioleskan pada bagian kulit yang gatal.
Catatan:
  1. Umbi rumput teki (siang fu) dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian ulasan lengkap mengenai manfaat dan khasiat bunga bugenfil untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang menyerang tubuh manusia. Selamat mencoba.

Khasiat Tanaman Mahkota Dewa

Khasiat Tanaman Mahkota Dewa
Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)
Berikut adalah info tentang manfaat tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) yang berasal dari Papua Irian Jaya, biasanya tumbuh sebagai tanaman peneduh. Ukuran sedang dengan tinggi mencapai 3 meter, berbatang pendek dan bercabang banyak. Buah mahkota dewa ini bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin beralur, berwarna merah menyala dan ketika muda berwarna hijau, yang tumbuh di batang utama hingga ranting. Daging buah berwarna putih, berserat dan berair, biji bulat, keras, berwarna coklat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya. Daun bulat panjang, daun tunggal bertangkai pendek, runcing, menyirip dan rata, berwarna hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga muncul sepanjang tahun, tersebar dibatang atau ketiak daun, berwarna putih.
Selain manfaatnya, mahkota dewa mengandung racun yang menyebabkan mabuk dan kejang. Karenanya perlu diperhatikan dosis pemakaian dalam menggunakan tanaman obat ini.

Famili
Thymelaeaceae

Nama Lain
Makuto Rojo (Jawa)
Makuto Ratu
Obat Dewa
Pau (Obat Pusaka)
Crown of God
Boh Anggota Dewan
Simalakama (Malayu)

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Mahkota Dewa rasanya agak pahit dan mengandung :
  1. Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh.
  2. Saponin yang bermanfaat sebagai :sumber anti bakteri dab anti virus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, dan mengurangi penggumpalan darah.
  3. Flavonid bermanfaat sebagai : melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurango kandungan kolesterol serta mengurangi penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar resiko penyakit jantung koroner, berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakkan.
  4. Polifenol yang berfungsi sebagai anti histamin (anti alergi).
Khasiat Mahkota Dewa
Untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti :
1. Hepatitis
5 gram daging buah mahkota dewa kering yang telah diiris, 15 gram pegagan, 10 gram sambiloto kering dan 15 gram daun dewa, dicuci bersih semua bahan. Masak semua bahan dengan 5 gelas air sampai tersisa 3 gelas, saring dan dinginkan. Minum air ramuan tersebut 3x sehari masing-masing 1 gelas.

2. Kanker dan Tumor
5 gram buah mahkota dewa yang telah diiris dan dikeringkan dicampur dengan 15 gram temu putih, 10 gram sambiloto kering dan 15 gram cakar ayam kering, cuci bersih semua bahan, lalu rebus dengan 5 gelas air sampai tersisa 3 gelas, saring dan dinginkan. Minum ramuan 1 jam sebelum makan, dengan dosis 1 gelas dan maksimal 3 gelas sehari.

3. Diabetes Militus
Buah mahkota dewa matang sebanyak 5-6 buah, lalu iris tipis dengan menggunakan pisau dan cuci bersih;
Rebus bahan yang telah diiris dalam 5 gelas air sampai mendidih dan biarkan air rebusan tersisa sampai 3 gelas;
Saring air rebusan dan dinginkan
Minum air rebusan 3x sehari

4. Rematik dan Asam Urat
5 gram irisan daging buah mahkota dewa dan 15 gram akar sidaguri, 10 gram sambiloto kering, cuci bersih semua bahan. Rebus dengan 5 gelas air sampai tersisa 3 gelas, saring dan dinginkan. Minum 3x sehari masing-masing 1 gelas, diminum 1 jam sebelum makan.

Manfaat dan khasiat daun mahkota dewa untuk pengobatan : kanker, tumor, diabetes (kencing manis), pembengkakkan prostat, asam urat, darah tinggi (hipertensi), reumatik batu ginjal, hepatitis dan jantung.

Catatan :
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
Demiakian info tentang khasiat tanaman Mahkota Dewa, semoga dapat membantu Anda sekeluarga dalam menjalani hidup yang sehat.

Manfaat Tanaman Kumis Kucing

Manfaat Tanaman Kumis Kucing
Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)
Artikel berikut yang akan dibahas yaitu tentang daun Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan salah satu tanaman obat berasal dari Afrika tropis, yang kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. Kumis kucing adalah tanaman yang bisa diolah di ekstrasi  menjadi bahan obat tradisional, juga merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai manfaat dan khasiat dalam mengobati berbagai macam penyakit.
Kumis kucing merupakan tanaman terna tegak, di bagian bawah buku-bukunya tumbuh akar dan tingginya mencapai 2 meter, batang persegi empat agak beralur berbulu/gundul. Daun bundar atau lonjong, lanset atau belah ketupat yang dimulai dari pangkal, ukuran daun panjangnya 1 - 10 cm dan lebar 7.5 mm, - 1,5 cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau  gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7 - 29 cm. Bunga bibir, mahkota bersifat terminal berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7 - 29 cm, di bagian atas ditutupi bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung 10 - 18 mm, panjang bibir 4,5 - 10 mm, helai bunga tumpul, bundar, benangsari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga melebihi bunga bagian atas, kelopak bunga berkelenjar.. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1,75 - 2 mm gagang berbulu pendek dan jarang, panjang 1 - 6 mm.
Kumis kucing tumbuh baik di iklim curah hujan yang ideal, dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi, karena akan menurunkan kadar ekstrak daun. Keadaan suhu udara sedang sampai panas, baik bagi pertumbuhan tanaman kumis kucing.

Familia:
Lamiaceae/Labiatae

Nama Asing:
  1. Inggris : Kidney tea plants/Java tea
Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Kadar kalium tinggi, glikosida orthosiponin yang bagus untuk menurunkan kadar asam urat, fosfat, dan oksalat dari dalam tubuh, minyak astiri, senyawa terpenoid dan senyawa fenol seperti isopirman, flavonid, benzokromen dan turunan asam urat. Kumis kucing cenderung memiliki rasa pahit, agak asin, sepet, dan sejuk.

Nama Daerah:
  1. Melayu-Sumatera : kumis kucing, giri-giri merah
  2. Sunda : kumis kucing
  3. Jawa : remujeng
  4. Madura : sesalaseyan, songkot koceng
Khasiat dan Kegunaan :
  1. Memperlancar air kemih (diuretik)
  2. Antibakteri
  3. Rematik
  4. Radang ginjal
  5. Batu Ginjal
  6. Kencing manis
  7. Menurunkan kadar glukosa darah
  8. Infeksi kandung kemih
  9. Membersihkan empedu ginjal
  10. Menjaga tekanan darah
  11. Diabetes
  12. Asam Urat
  13. Encok,
  14. Masuk angin
  15. Keputihan
Pemakaian Dalam
  1. Kencing batu : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa satu gelas dan minum ramuan ini sehari satu gelas sebelum tidur.
  2. Memperlancar air kemih (diuretik) : 30 gr daun kumis kucing, akar alang-alang 30 gr, lalu cuci hingga bersih, kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1.5 gelas. Minum 3x sehari sebanyak 1/2 gelas.
  3. Sakit Pinggang : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas dan minum ramuan ini sehari 1 gelas sebelum tidur. 
  4. Batu ginjal : daun kumis kucing 25 gr, daun ngokilo 25 gr, daun keji beling 25 gr, daun meniran dengan akarnya 25 gr, semuanya direbus dengan air sebanyak 4 gelas sampai mendidih. Minum habis air tersebur dalam sehari.
  5. Darah tinggi (menjaga tekanan darah) : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas dan minum ramuan ini sehari 1 gelas sebelum tidur.
  6. Infeksi kandung kemih : 5-10 helai daun kumis kucing direbus dengan setengah gelas air dan diminum 2 x sehari.
  7. Diabetes militus : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas dan minum ramuan ini sehari 1 gelas sebelum tidur.
  8. Asam urat : 4-5 helai daun kumis kucing di tambah 7 daun meniran direbus dengan air hingga tersisa setengahnya. diminum beberapa kali sehari.
  9. Masuk angin : tanaman kumis kucing sebanyak 30-60 gr (kering) atau 90-120 gr (basah) direbus dan diminum. Atau daun basah/kering diseduh sebagai teh.
  10. Batu ginjal : 3 genggam daun kumis kucing, 5 lembar daun keji beling, lalu rebus kedua bahan tersebut dengan 2 gelas air sampai mendidih samapi tersisa 1 gelas air. Minum secara teratur sehari 2 x.
  11. Encok : 4-5 helai daun kumis kucing di tambah 7 daun meniran direbus dengan air hingga tersisa setengahnya. diminum beberapa kali sehari.
  12. Keputihan : 1 genggam daun kumis kucing dan daun beluntas, rebus dengan air 1 gelas sampai mendidih dan tersisa setengahnya, ketika merebus tambahkan 10 biji kemukus dan 1 sendok teh jintan hitam. Setelah dingin air ramuan tersebut diminum secara rutin 2 x sehari.
  13. Rematik : 4-5 helai daun kumis kucing di tambah 7 daun meniran direbus dengan air hingga tersisa setengahnya. diminum beberapa kali sehari.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter.

Demikian infomasi tentang manfaat dan khasiat daun kumis kucing, mudah-mudahan berguna bagi kesehatan Anda.

Khasiat Tanaman Binahong

Khasiat Tanaman Binahong
Binahong (Bassela rubra linn)
Informasi ini membahas dengan detil tentang tanaman Binahong (Bassela rubra linn) dalam bahasa Latin-nya, adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dan mempunyai banyak manfaat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Tanaman binahong ini berasal dari kawasan Afrika timur dan Madagaskar kemudian menyebar ke berbagai kawasan tropis. Binahong memiliki 2 varian dari tanaman ini yaitu:
Basella alba yang memiliki daun hijau gelap
Basella rubra yang memiliki batang dan tulang daun yang berwarna merah. Keduanya merupakan tumbuhan herba, merayap atau memanjat. Batangnya tidak berkayu dan sangat lemah, berbentuk bulat, lunak, bercabang. Batang yang merayap di atas tanah akan mengeluarkan akar. Daun tunggal, letaknya berseling. Bunganya majemuk keluar dari ketiak daun, panjang 3-21 cm, mahkota putih dengan ujung berwarna ungu. Buahnya buni, bulat, diameter 4-7 mm, masih muda hijau, setelah masak warnanya menjadi ungu. Bijinya satu, bulat, keras, warnanya merah keputihan.
Tumbuhan binahong ini sering dibudidayakan sebagai sayuran musiman. Daunnya dapat disayur, khasiat dari daunnya merupakan makanan yang baik digunakan sebagai sumber kalsium, zat besi, vitamin A dan C, sehingga di Cina dan negara-negara Asia lainnya bisa dijumpai pada sup atau masakan sayur. Sedang buahnya bila diperas mengeluarkan warna merah yang dapat digunakan untuk mewarnai bahan makanan. Kemampuan tumbuhnya yang cepat dan produktif menjadi alasan utama dijadikan tanaman hias. Tanaman ini merambat pada pagar atau pergola sebagai tanaman hias di depan rumah.

Familia : Basellaceae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Genus : AnrederaSpesies : Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.

Nama Asing
  • Inggris : Heartleaf maderavine madevine
  • Cina : Dheng San Chi
Bagian yang dipakai
Umbi, batang dan daun

Nama Daerah
  • Sunda : Binahong, Gandoa
  • Bali :Gendola
  • Minangkabau : Lembayung
  • Jawa : Uci-uci
  • Madura : Kandula
  • Sulawesi Utara : Tatabuwe 
Manfaat dan Kegunaan :
  1. Membantu menyembuhkan luka setelah operasi
  2. Membantu meredakan sakit maag
  3. Membantu mengatasi disentri
  4. Menambah stamina dan kesegaran jasmani (ramuan ditambah dengan telur dan madu)
  5. Membantu mencegah stroke
  6. Obat asam urat alami
  7. Membantu meredakan sakit pinggang
  8. Membantu mengatasi kanker
  9. Sakit jantung
  10. Pembengkakan pada lever
  11. Kencing manis atau diabetes melitus
  12. Kerusakan pada ginjal
  13. Radang usus besar
  14. Luka berdarah
  15. Memar akibat terpukul
  16. Kena api
  17. Rematik
  18. Pegal linu
  19. Nyeri sendi
  20. Menghaluskan kulit
  21. Lemah syahwat 
Kandungan Kimia dan Farmakologis :
  1. Flavonid adalah untuk anti inflamasi atau anti peradangan, analgesik, anti-oksidasi
  2. Asam oleanolik adalah golongan untuk triterpenoid yang merupakan zat antioksidan pada tanaman. Mekanisme yang terjadi pada sifat perlindungan asam oleanolik mencegah masuknya racun kedalam sel dan kemudian meningkatkan sistem pertahanan sel.Zat anti inflamasi yang ada dalam asam oleanolik yang bisa mencegah terjadinya peradangan. Kandungan nitrit oksida yang ada di dalam oleanolik juga merupakan zat antioksidan juga mempunyai fugsi sebagai salah satu zat yang sangat kuat untuk membantu membunuh bakteri. Maka akan membantu menguatkan daya tahan sel juga membantu memperbaiki sel sehingga sel bisa beregenerasi dengan baik. Dan senyawa saponin triterpenoid membantu menurunkan kadar gula darah yang tinggi.
  3. Protein adalah berat molekul yang besar dan merupakan antigen yang bisa memacu terjadinya pembentukan antibodi, kemudian mengaktifkan kembali komplemen.Protein juga membantu menstimulasi produksi nitrit oksida yang membantu untuk meningkatkan aliran darah dan melancarkan sirkulasi darah yang akan membawa nutrisi ke dalam tiap jaringan sel. Nitrit oksida juga bisa merangsang tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan yang mempunyai manfaat untuk menstimulasi pertumbuhan dan juga reproduksi sel yang mengalami kerusakan.
  4. Asam askorbat atau Vitamin C adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan memelihara membran mukosa, selain itu mempercepat terjadinya penyembuhan, maka serat dari kolagen yang terbentuk akan lebih kokoh dan membantu proses penyembuhan luka yang masih baru dan juga luka yang masih basah.
Pemakaian Luar :
  1. Luka berdarah : Daun binahong segar secukupnya dicuci bersih, kemudian haluskan dan tempelkan pada bagian luka yang sakit, lalu balut. Ganti 2 kali sehari
  2. Memar akibat terpukul : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  3. Kena api : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  4. Rematik : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  5. Pegal linu : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  6. Nyeri sendi : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  7. Menghaluskan kulit : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  8. Lemah syahwat : ambil getah daun binahong dan oleskan pada orgam vital pria, diamkan sekitar beberapa menit, kemudian Anda siap melakukan hubungan intim. atau batang tanaman binahong di rebus dengan menggunakan kencur, direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air, setelah itu diminum setiap malam selama seminggu.
Pemakaian Dalam :
  1. Membantu menyembuhkan luka setelah operasi : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  2. Membantu meredakan sakit maag : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari. atau 5-7 lembar daun binahong segar dicuci bersih, lalu direbus hingga mendidih, disaring. Diamkan hingga air rebusan tersebut dingin, kemudian minum 3 kali sehari sebelum makan. Reaksi yang mungkin timbul setelah meminum rebusan tersebut, perut akan terasa panas, sebagai reaksi bahwa daun binahong bekerja dalam perut
  3. Membantu mengatasi disentri : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  4. Menambah stamina dan kesegaran jasmani : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.(ramuan ditambah dengan telur dan madu)
  5. Membantu mencegah stroke : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  6. Obat asam urat : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  7. Membantu meredakan sakit pinggang : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  8. Kanker : 30 gram daun binahong kering dan 1 liter air di rebus dengan hingga tersisa 600 ml air, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing 200 ml.
Selain cara tersebut di atas bisa dengan cara umbi dikeringkan lalu ditumbuk sampai halus dan masukkan ke dalam kapsul 0.5 mh kemudian minumlah ramuan ini 3 kali dalam sehari.
Umbi binahong di campur daun dirih dan temulawak dengan perbandingan yang ganjil seperti 7 : 9 : 13 untuk membantu penyembuhan :
  1. Sakit jantung
  2. Pembengkakan pada lever
  3. Kencing manis atau diabetes melitus
  4. Kerusakan pada ginjal
  5. Radang usus besar
Catatan :Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
Selamat mencoba dan memanfaatkan khasiat tanaman binahong untuk pengobatan alami Anda sekeluarga, semoga berguna.

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa
Daun Dewa (Gynura segetum)
Penjelasan lengkap tentang manfaat dan khasiat daun dewa. Tanaman Daun Dewa (Gynura segetum) ini terhitung tumbuhan semak tahunan, tinggi kurang lebih 50 cm, warna tengguli, semakin tua bercabang banyak. Tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0 - 1.000 m di atas permukaan laut. Daun berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya, warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, kedua permukaan daun mempunyai bulu-bulu halus, bentuk daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek. Batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan, tinggi batangnya cuma 10-25 cm. Bunganya muncul di ujung batang. Sebelum mekar, bunganya seperti kancing, berupa himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecoklatan. Bunga umumnya segera rontok, tidak jadi buah. Jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm. Akarnya yang membentuk umbi dengan panjang kurang lebih 5-8 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh. Umumnya daun dewa diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang, anakan/tunas, dan umbi.
Familia: Compositae.

Nama asing: Cina disebut san qi cao.

Nama daerah: Di Jawa disebut sambung nyawa. .Melayu disebut dengan beluntas cina, daun dewa, setawar barah, samsit.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Netral, rasanya khas, antikoagulan, mencegah pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan.

Kandungan kimia: Saponin, Minyak Atsiri, Flavonid

Bagian yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

Khasiat menyembuhkan:
  1. Jantung koroner
  2. Stroke
  3. Penyempitan pembuluh darah
  4. Kolesterol tinggi
  5. Obat menghentikan pendarahan
  6. Menghilangkan panas
  7. Membersihkan racun
  8. Mengobati luka memar karena terpukul
  9. Antikoagulan
  10. Analgesik (meredakan rasa nyeri)
  11. Anti Inflamasi (anti radang)
  12. Infeksi kerongkongan
  13. Gigitan binatang berbisa
  14. Pendarahan setelah melahirkan
  15. Kejang pada anak
  16. Mencairkan pembekuan darah akibat pembengkakan
  17. Kanker payudara pada wanita
  18. Melancarkan sirkulasi darah
  19. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  20. Pereda rasa nyeri
  21. Anti radang
  22. Meluruhkan kencing
  23. Penurun panas
  24. Kencing manis atau Diabetes melitus
  25. Pembersih racun dalam tubuh
  26. Pencegah kanker
  27. Luka bengkak akibat pukulan
  28. Haid tidak lancar
  29. Melancarkan peredaran darah
  30. Menghentikan pendarahan mimisan, batuk darah, dan muntah darah
  31. Luka bakar
  32. Penghambat pertumbuhan tumor
  33. Menurunkan kolesterol
  34. Membantu menyembuhkan TBC
  35. Menghambat pertumbuhan Kista pada rahim wanita
  36. Mengobati pendarahan pasca melahirkan normal
  37. Mengobati tulang patah
  38. Digigit binatang berbisa
  39. Pembengkakan pada payudara
  40. Reumatik persendian
  41. Batu ginjal, batuk sinusitis, radang tenggorokan. 
Bisa dengan daun segar yang disajikan langsung, untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari, dan untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun dewa setiap hari. Atau dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.Prof Hembing, dalam paparannya, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor selain temu putih. Daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak dan asam urat.

Daun dewa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. selain itu umbinya brerkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, pendarahan sehabis melahirkan. (Dr. setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia)

Pemakaian dalam:
  • Obat Stroke, siapkan 30 gram umbi daun dewa, setelah dibersihkan lantas keringkan, tumbuk sampai halus. Ambil 1 sendok teh bubuk umbi daun dewa, campur dengan 5 butir biji ginko. Seduhlah didalam segalas air, campur sedikit madu, lalu diminum. Atau ambil 1 sendok makan bubuk umbi dewa, campur dengan 10 butir biji ginko kering yang sudah ditumbuk, lalu masukkan ke dalam kapsul, lalu kapsul siap diminum. Minum secara teratur sepanjang 1-2 bulan.
  • Obat rematik, 30 gram daun dewa segar, bersihkan lantas direbus. Lumatkan serta peras dengan diberi sedikit air, minum setiap hari. atau siapkan 30 gram daun tanaman daun dewa segar, 10 gram jahe merah, serta 30 gram akar sawi langit. Masukkan ke dalam 600 cc air, lalu rebus sampai tersisa 300 cc, di saring lalu diminum.
  • Obat Kencing Manis, 5 daun tanaman daun dewa segar, seduh dengan 110 cc air, minum 100 cc sekali dalam satu hari.
  • Obat Pendarahan dan Payudara Bengkak, 15 gram daun tanaman daun dewa, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuh, minum sesudah dingin, 1 hari 3 kali, setiap minum 1/2 gelas.
  • Panas dan kejang pada anak, daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum, 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, lalu diminum.
  • Obat Sakit Jantung, 10 gram umbi daun dewa segar ditumbuk halus, campur air 1/2 gelas, disaring, lalu minum tiap sore.
  • Obat Menurunkan Darah Tinggi, 7 lembar daun dewa yang lebar siap panen, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari sesudah makan. Atau daun dewa tersebut dijadikan lalapan.
  • Obat Luka Memar, 20 gram daun dan umbi daun dewa, daun jarak 10 lembar, haluskan ke 3 bahan tersebut, lalu tempelkan pada daerah yang sakit. Atau untuk bengkak memar, umbi daun dewa sebanyak 6-9 gram dicuci bersih, diris-iris tipis, tambahkan arak kuning (wongciu) secukupnya, lalu di tim, minum selagi hangat.
  • Obat Kencing Manis, Diabetes, caranya meminum air rebusan daun tersebut yang sudah dikeringkan.
  • Obat Tidak datang Haid, 15-30 gram herba direbus campur dengan arak yang sudah dipanaskan , lalu diminum.
  • Obat Luka Terpukul dan Masuk Angin, 6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya dipanaskan, lalu diminum.
  • Obat Ganglion, makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.
  • Obat Demam Berdarah, 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Jantung Koroner (penyempitan pada pembuluh nadi koroner yang memasok darah ke jantung), 30 gram daun dewa segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Keseleo, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Tumor/Kanker, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari. Setelah dilakukan 10-12 hari pengobatan dihentikan selama 3 hari, setelah itu pengobatan dapat dilanjutkan.
  • Obat wasir atau Ambeien, 15 gram daun dewa dan 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya dan dipotong-potong), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring tambahkan madu, lalu airnya diminum dan daging daun lidah buayanya dimakan. Apabila sudah parah, lakukan terapi berikut, ambil 2-3 lembar daun dewa remas agar keluar getahnya, dan masukkan ke anus.
Pemakaian luar:
  • Obat Penyakit Kutil, iris-iris daun dewa lalu tempel pada kutil, lalu dibalut. Atau 5 lembar daun dewa dihaluskan dan dioleskan pada kutil, lalu dibalut.
  • Obat Luka Bakar serta Luka Teriris, tumbuk umbi daun dewa, campur sedikit gula merah sampai jadi adonan seperti salep, oleskan ke bagian luka bakar atau luka teriris, lalu balut. atau untuk luka bakar daun dewa di cuci bersih, digilas (di tumbuk) halus, tambah sedikit gula merah sampai menjadi seperti salep, kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang sakit dan dibalut.
  • Obat Gigitan Binatang Buas, tumbuk halus umbi daun dewa secukupnya, lalu oleskan ke bagian tubuh yang tergigit dan dibalut.
  • Obat Flek Hitam pada Wajah, ambil daun tanaman daun dewa yang mempunyai getah, lalu getahnya dioleskan pada flek hitam tersebut.
  • Obat digigit Ular/binatang lain, Umbi dan daun dewa secukupnya dicuci, lalu ditumbuk halus, tempelkan pada bagian yang tergigit, lalu dibalut.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Begitulah topik kita kali ini mengenai manfaat dan khasiat tanaman daun dewa untuk kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit, selamat mencoba pengobatan alami dengan tanaman herbal.

Manfaat & Khasiat Tanaman Putri Malu

Manfaat & Khasiat Tanaman Putri Malu
Putri Malu (Mimosa pudica)
Berikut adalah lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman putri malu bagi kesehatan tubuh sebagai bahan obat herbal dan pengobatan tradisional. Putri Malu (Mimosa pudica) adalah perdu pendek anggota polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup (menguncup) dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Daun putri malu menutup ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Rangsangan tersebut juga dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. Gerak ini disebut seismonasti, walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan atau (tigmonasti). Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Tumbuhan putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora).
Putri Malu [Mimosa pudica Linn] sering tumbuh di pinggir jalan, tanah lapang, cepat berkembang biak, tumbuh tidur di tanah, kadang-kadang tegak. Batang bulat, berbulu dan berduri. Putri Malu tumbuh liar begitu saja. Tanaman ini memiliki bentuk daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai.

Familia: Fabaceae
Kerajaan : Plantae, Divisi : Magnoliopsida, Ordo : Fabales, Upafamili : Mimosoideae, Genus : Mimosa, Spesies : Mimosa pudica.
Nama daerah: Putri Malu

Nama asing: Filipina adalah makahiya berarti 'malu",dari Sinhala adalah nidikumba berarti "tidur", dari Tonga adalah mate-loi berarti "pura-pura mati", namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut"

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
manis dan agak dingin, sedangkan efek farmakologisnya adalah sebagai sebagai penenang (tranquiliser), pelancar dahak (expectoran), sedative, anti batuk (antitusif), penurun panas (antipiretic), pelancar air kencing (diuretic), dan anti radang (anti-inflammatory).

Kandungan kimia: Mimosine

Bagian yang digunakan: Akar, daun, dan seluruh tanaman.

Manfaat dan kegunaan:
  1. Insomnia
  2. Bronkhitis
  3. Batuk berdahak
  4. Panas tinggi
  5. Herpes
  6. Reumatik
  7. Cacingan/Ascariasis
  8. Batu Saluran Kencing
Pemakaian dalam:
1. Untuk mengobati Insomnia (Penyakit susah tidur)
    Resep 1
    - Rebus daun putri Malu (Mimosa Pudica Linn.) sebanyak 30-60 gr.
    - Setelah dingin diminum.
    Resep 2
    - Daun Putri Malu/Si Kejut (Mimosa pudica Linn.) 15 gr, Sawi Langit (Vemonia cinerea) 15 gr.
      Calincing (Oxalis repens) 30 gr,
    - Semua bahan di rebus sampai mendidih.
    - lalu di minum.

2. Mengobati Bronkhitis Kronis
    Resep 1
    - Akar tanaman Putri Malu (Mimosa Pudica Linn.) 60 gr, dan Air 600 cc.
    - Semua bahan direbus dengan api kecil hingga tersisa 200 cc.
    - Dibagi 2 kali minum. 10 hari adalah 1 kuur.
    Resep 2
    - Mimosa pudica Linn. 30 gr, Akar peristrophe roxburghiana 10 gr
    - Keduanya direbus sampai mendidih
    - Dibagi menjadi 2 dosis/hari

3. Mengobati Batuk dengan dahak banyak
    - Rebus akar Putri Malu sebanyak 10-15 gr. dengan air secukupnya lalu di minum.

4. Mengobati Rheumatik
    - 15 gr akar Putri Malu (Mimosa Pudica Linn.) direndam dalam 500 cc arak putih selama 2
      minggu.

5. Cacingan/Ascariasis
    - Cuci 10-15 gr akar putri malu, lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    - Setelah dingin disaring dan air saringannya diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.

6. Batu Saluran Kencing
    - Cuci herba putri malu segar, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    - Setelah dingin disaring dan airnya diminum sekaligus.
    - Sebaiknya ramuan ini diminum pada malam hari.

Pemakaian luar:
Untuk Luka, Radang kulit bernanah (Pioderma) dan Herpes;
Tanaman putri malu segar dilumatkan, lalu ditempelkan ke tempat yang sakit.

Kontraindikasi :
  • Pemakaian akar tanaman putri malu [Mimosa pudica Linn]secara berlebihan atau melebihi dosis justru akan menyebabkan keracunan dan muntah-muntah.
  • Wanita hamil di larang memakai resep ini.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Itulah khasiat putri malu bagi kesehatan tubuh, silahkan coba manfaatnya untuk penyembuhan alternatif dengan tanaman obat herbal alami.