Showing posts with label Daun. Show all posts
Showing posts with label Daun. Show all posts

Manfa'at dan Khasiat Tanaman Kembang Merak

manfa'at dan khasiat tanaman kembang merak
Tanaman Kembang Merak
(caesalpinia pulcherrima)
Berbicara tentang kekayaan alam tidak akan pernah ada habisnya. kali ini kita akan mengenal lebih detail tentang tanaman/tumbuhan kembang merak, namun banyak dari kita yang mungkin masih awam tentang manfa'at dan khasiat tanaman kembang merak. Tanaman Kembang Merak (caesalpinia pulcherrima) yaitu tumbuhan yang berasal dari amerika selatan, Tumbuhan kembang merak ini biasa ditanam ditaman atau pekarangan rumah sebagai tanaman hias, kadang bisa juga tumbuh liar. Tumbuhan kembang merak juga merupakan perdu tegak, tingginya bisa mencapai sekitar 2-4 m, banyak bercabang dengan ranting namun kadang bisa berduri tempel. kayunya berwarna putih, padat, dan liat. daunnya berupa daun majemuk menyirip genap, ganda 2 dengan 4-12 pasang anak daun yang berbentuk bulat telur sungsang, ujungnya bulat, pangkal menyempit, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau kebiruan, panjangnya bisa mencapai 1-3,5 cm sedangkan lebarnya 0,5-1,5 cm. pada malam hari daun akan kuncup. Tanaman kembang merak ini memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam tandan yang panjangnya 15-50 cm, warnanya bisa merah atau kuning. buahnya buah polong, pipih, panjang 6-12 cm, lebar 1,5 cm, berisi 1-8 buah biji yang dapat dimakan, buah yang sudah tua warnanya hitam.

Familia: Caesalpniaceae (Leguminosae)
Nama daerah:
  • Sumatra: bunga kacang, bunga merak, bunga china, jingok.
  • Jawa: kembang patra kombala (sunda), merak-merakan, merak ngigel, merakan, patra menggala, kembang abang (jawa), markegel, merakkagel, merak ngegel, parak kagel (madura)
  • Sulawesi: bunga kacang (manado).
Nama asing:
Siak tiek hua, bulaklak nang paraiso, caballero, barbados pride, poin cillade, paradise flower, peacock flower, small gold mohar, flor de san francisco, gelenggang besar.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Bunga: melancarkan sirkulasi darah dan haid, abortivum, peluruh haid (emenagogum)
Kulit kayu: berkhasiat sebagai peluruh haid (emenagogum)                                                                                  
Kandungan kimia:
  • Bunga: tanin, asam gallat, asam benzoat, resin, dan zat merah.
  • Daun: alkaloid, saponin, tanin, glucosida, dan calsium oksalat
  • Kulit: plumbagin, lumbagol, zat samak, alkaloid, saponin, tanin, calsium, dan oksalat
Bagian yang dipakai: Bunga, daun, kulit, dan akar.

Khasiat dan Kegunaan:
  1. Bunga: untuk menstruasi (haid) tidak lancar, luka terpukul, panas, kejang panas pada anak, mata merah (conjunctivitis)
  2. Kulit kayu: untuk diare
  3. Akar: untuk kejang panas pada anak, demam
  4. Daun: untuk perut kembung, radang hati (hepatitis), sariawan (aphthae), demam, penyakit kulit.
  5. Buah: untuk diare, disentri, 
Dosis pemakaian:
1. Pemakaian luar:
  • kejang pada anak: 5 kuntum bunga kembang merak, 20 gr daun, 3 jari akar, dan 3 jari kulit batang dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan air garam secukupnya. bisa dipakai untuk menggosok punggung, dan kaki anak.
  • Sariawan (aphthae): daun kembang merak secukupnya direbus hingga mendidih, lalu disaring, airnya dipakai untuk berkumur-kumur.
  • Perut kembung: daun kembang merak, alang-alang(imperata cylindrica), dan bawang putih (allium sativum) secukupnya, ditumbuk halus sampai lembut lalu dioleskan pada perut yang kembung.
2. Pemakaian dalam:
  • Panas: bunga kembang merak secukupnya lalu direbus, saring, kemudian airnya diminum
  • Radang hati (hepatitis): daun kembang merak secukupnya dan 30 gr daun serut/mirten (streblus asper) direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya selagi masih hangat.
  • Diare akut: kulit batang tumbuhan kembang merak ditumbuk hingga halus, diseduh dengan 100 cc air, lalu diminum hangat-hangat.
Catatan::
  • wanita hamil dilarang meminum obat ini.
  • untuk setiap pengobatan dilakukan secara teratur
  • untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
Terima kasih telah membaca artikel manfa'at dan khasiat tanaman kembang merak ini, semoga bermanfa'at untuk kita semua..amin

Manfaat dan Khasiat Bunga Cempaka Putih Bagi Kesehatan

Manfaat dan Khasiat Bunga Cempaka Putih Bagi Kesehatan
Cempaka putih (Michelia alba)
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas secara lebih rinci tentang bunga Cempaka putih lengkap beserta berbagai macam khasiatnya yang baik untuk kesehatan. Bunga cempaka putih (Michelia alba) biasa ditanam sebagai tanaman hias di halaman rumah atau di kebun-kebun, karena bunganya yang indah dan harum. Tanaman cempaka putih dapat digunakan sebagai campuran bahan pembuatan minyak wangi atau parfum dan wangi-wangian lainnya. Pengembangbiakannya dengan setek batang, Habitus pohon, berkayu, tinggi dapat mencapai 30 m. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur memanjang atau hampir lanset, ujung dan pangkal runcing, duduknya tersebar. Tumbuhan cempaka putih ini berdiri sendiri dengan mahkota bunga berwarna putih dan berbau harum. Bunga banci, tidak pernah menghasilkan buah, karena itu dibudidayakan secara vegetatif.
Familia: Magnoliaceae.
Sinonim: Michela longifolia

Nama daerah:
  • Sumatra : jeumpa gadeng (Aceh), cempaka putih (Melayu), campaga putih (Minangkabau).
  • Jawa : campaka bodas (Sunda), pecari putih, cempaka putih (Jawa), compaka pote (Madura).
  • Sulawesi : campaka mawuro, sampaka mopusi, campaka momero, sempaka kulo, campaka (Sulawesi Utara), bunga eja kebo, patene (Makasar), bunga eja mapute (Bugis).
  • Maluku : campaka bobudo (Ternate), capaka babulo (Tidore)

Nama asing: Pai yik lan 

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
 Rasanya pahit, pedas, agak hangat. Berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuterik), sebagai obat batuk (antitusif), menurunkan demam (antipiretik)

Kandungan kimia:
Kulit kayu mengandung alkaloid 0,15 %, daun dan bunga mengandung minyak atsiri.

Bagian yang digunakan: Bunga, daun, kulit batang.

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:

1. Bunga:

  • Kepala pusing (vertigo)
  • Sinusitis
  • Batuk (tusis), batuk disertai banyak slem /dahak
  • Batuk rejan (pertussis)
  • Radang saluran napas (bronkhitis)
  • Dada terasa penuh
  • Perut kembung (meteorismus), mual
  • Bau badan dan ketiak
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • dan lain-lain
2. Daun:
  • Stroke karena panas
  • Gangguan saluran kencing
  • dan lain-lain
Dosis pemakaian :
  1. Pemakaian luar : bunga direbus, airnya dipakai untuk mandi
  2. Pemakaian dalam : 15-30 gram daun atau bunga (kering), direbus lalu airnya diminum.
Pemakaian luar :
Bau badan dan ketiak : bunga cempaka putih dan daun sirih (Piper betle.) masing-masing secukupnya direbus dengan air secukupnya lalu airnya dipakai untuk mandi.

Pemakaian dalam :
  1. Kepala pusing : 5-7 kuntum bunga cempaka putih direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
  2. Sinusitis : 30 gram bunga cempaka putih, 30 gram daun mint/menthol (Mentha.), 15 gram jahe (Zingiber officinale.), dan 2 batang daun bawang putih (Allium sativum), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  3. Batuk rejan (pertusis) pada anak : 5-7 kuntum bunga cempaka putih, 10 gram jahe (Zingiber officinale) dan 10 gram kulit jeruk mandarin/keprok (Citrus nobilis) kering, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, tambahkan 30 cc madu, aduk kemudian airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.
  4. Radang saluran napas (bronkhitis) : 15 gram bunga cempaka putih yang kering ditambah air secukupnya lalu ditim, kemudian airnya diminum boleh ditambah madu. Lakukan selama satu minggu secara teratur. Atau, 15 gram daun cempaka putih, 5 gram pahap/umbi bunga lili kering (Lilium.), 5 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum.
  5. Dada terasa penuh/begah : 6-15 gram bunga cempaka putih direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
  6. Perut mual dan kembung (meteorismus) : 5 kuntum bunga cempaka putih, 5 gram kulit jeruk keprok/mandarin kering (Citrus nobilis.), 3 butir kapulaga (Amomum cardamomum.) dan 15 gram jahe (Zingiber officinale.), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
  7. Keputihan (leucorrhoea) : 30 gram bunga cempaka putih, 60 gram jali (Coix lacryma-jobi.) yang direndam dulu hingga lembut dan 15 gram kulit delima kering (Punica granatum), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat, sedangkan jalinya dimakan.
  8. Pembesaran prostat : 30 gram daun cempaka putih, 30 gram tanaman kumis kucing segar (Orthosiphon aristatus.) dan 30 gram daun sendok segar (Plantago mayor.), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
  9. Bau badan : 30 gram bunga cempaka putih dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya lalu diminum.
Catatan :
  • Jali dapat dibeli di supermarket atau pasar tradisional, pahap/umbi bunga lili dapat dibeli di toko obat Tionghoa atau di supermarket.
  • Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.
Terima kasih telah membaca artikel tentang bunga cempaka putih beserta khasiatnya, Semoga artikel ini dapat bermanfa'at untuk menambah pengetahuan kita tentang pengobatan tradisional , maupun untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang sedang anda alami. sampai jumpa kembali di lain kesempatan......

Manfaat dan Khasiat Tanaman Kembang Kertas

Manfaat dan Khasiat Tanaman Kembang Kertas
Kembang Kertas (Zinnian elegans)
Manfaat dan khasiat tanaman kembang kertas bagi kesehatan tubuh manusia. Kembang Kertas (Zinnian elegans) merupakan tumbuhan asal Meksiko bisa ditemukan pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat terbuka yang terkena matahari langsung, biasa ditanam secara bergerombol di taman atau pekarangan sebagai tanaman hias atau bunganya dipakai sebagai bunga potong. Terna menahun,tumbuh tegak dan berambut kasar, tinggi sekitar 30-50 cm. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bentuknya memanjang, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, tulang daun melengkung, warnanya hijau. Bentuk bunganya seperti bunga aster dengan warna yang beraneka ragam seperti merah tua, merah muda, kuning atau biru keunguan,  yang keluar dari ujung batang. Pengembangbiakkan dengan biji.
Familia: Asteraceae (Compositae).
Nama asing: Bai ri zhik (T), Zinnia.
Nama daerah: Kembang kertas, kembang ratna.

Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Tawar, sejuk, Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik).

Bagian yang digunakan: Seluruh tumbuhan.

Khasiat menyembuhkan:
  • Disentri.
  • Panas dalam.
  • Kencing nanah (gonorrhea).
  • Batuk rejan (pertussis).
  • Sakit pada putting susu (papilla mammae).
  • Bisul (furunculus).
  • Dan lain-lain.
Dosis Pemakaian:
  1. Pemakaian luar: daun secukupnya digiling halus, lalu dibubuhkan ke bagian yang sakit.
  2. Pemakain dalam: minum 10-30 gram direbus, airnya diminum.
Pemakain luar:
  1. Bisul (furunculus), sakit pada putting susu: daun kembang kertas secukupnya dicuci bersih lalu dibalurkan pada bagian yang sakit.
  2. Payudara bengkak: herba kembang kertas digiling, tambahkan jus lidah buaya (Aloe vera) lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Pemakain dalam:
  1. Batuk rejan (pertussis): 40 gram herba kembang kertas kering atau 70 gram yang segar dengan dengan 400cc air dengan api besar hingga mendidih, lalu api dikecilkan dan direbus kembali selama 10 menit, kemudian disaring, tambahkan gula batu dan diminum hangat-hangat. Lakukan 1-2 kali sehari.
  2. Disentri karena panas dalam: 30 gram herba kembang kertas, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta), gula secukupnya, direbus denag 400cc air hingga tersisa 200cc, lalu disaring dan dimunm airnya hangat-hangat.
  3. Gangguan buang air kecil: 30 gram herba kembang kertas, 30 gram daun sendok (Plantago mayor), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
Catatan:
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur . Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.

Selamat mencoba pengobatan penyakit dengan tanaman herbal dan memanfaatkan khasiat tanaman kembang kertas, semoga berguna.

Manfaat & Khasiat Tanaman Kembang Mas

Manfaat & Khasiat Tanaman Kembang Mas
Kembang Mas (Asclepias curassavica)
Salahsatu tumbuhan bunga yang berguna untuk pengobatan penyakit yaitu dengan memanfaatkan khasiat tanaman kembang mas. Kembang Mas (Asclepias curassavica) asal Amerika tropis ini tumbuh di daerah cerah atau terlindung sedikit cahaya matahari, tetapi tidak  terlalu lembab. Bisa ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Selain sebagai tanaman obat, kembang mas sering ditanam sebagai tanaman hias. Habitus semak, tegak, menahun, pangkalnya sering berkayu, tinggi 0,7-1,5 m. Batang bulat berambur halus yang jarang. Daun bertangkai, helaian dau bentuk lanset memanjang, runcing, panjang 6-15 cm, lebar 1-3 cm. Karangan bunga majemuk, berbentuk paying, berbunga 7-15, tangkai bunga berambut halus. Taju kelopak sempit, runcing. Mahkota bunga hampir dekat dengan pangkal berbagi, taju memanjang, runcing. Daun mahkota tambahan 5, berwarna oranye. Buah bentuk bumbung, bulat telur memanjang, pipih, pada ujung dengan umbai panjang dari rambut putih serupa sutra.

Familia:Asclepiadacae.
Sinonim: Asclepias syriaca Blanco.

Nama asing: Ma Li Chin (T), Bunga Mas (Malaysia).

Nama daerah: Jawa: Kapas Cinde (Sunda), Mas Sekar (Jawa).

Efek farmakologisdan sifat kimiawi:
Rasanya pahit, dingin, beracun. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), menghilangkan sakit (analgesic), menghentikan pendarahan (hemostatik), meningkatkan sirkulasi, dan sebagai tonik untuk hati.

Kandungan kimia:
Calotropin, calotropagenin, corotoxigenin , corotolaucigenin, aslepocigenin, clepogenin, ascurogenin, curassavogenin, dan uzarigenin.

Bagian yang digunakan: Seluruh herba.

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
  1. Pembengkakkan limfa.
  2. Radang  paru-paru  (pneumonia).
  3. Radang payudara (mastitis).
  4. Radang kulit bernanah (pioderma).
  5. Sakit sewaktu haid (dismenorrhea).
  6. Bisul (furunculus), borok (ulkustripicum).
  7. Eksim (ekzema), panu.
  8. Luka luar, patah (fraktur).
  9. Dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakain luar: herba kembang mas dicuci, direbus lalu airnya dipakai untuk mencuci luka, atau getahnya dioleskan pada luka.
  2. Pemakain dalam: 10-20 gram tumbuhan kembang mas disaring hingga kuning lalu direbus dan diminum airnya.
Pemakain luar:
  1. Radang payudara (mastitis), borok borok (ulkustripicum), radang kulit bernanah (pioderma): herba kembang mas direbus dengan air secukupnya lalu airnya dipakai untuk mencuci bagian yang luka.
  2. Radang payudara (mastitis), bisul (furunculus): herba kembang mas dikeringkan dan digiling halus, tambahkan lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya secukupnya, diaduk rata lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  3. Eksim (Eczema): getah dari batang kembang mas dioleskan pada kulit yang terkena eksim.
  4. Luka luar: bunga dan daun kembang mas dikeringkan dan digiling halus, tambahkan kaktus gepeng (Opuntia dilenii) yang telah dikupas, diaduk lalu ditempelkan pada luka.
Pemakain dalam:
  1. Pembengkakkan limfa: 15 gram akar digongseng sampai kuning, tambahkan 100 gram daging ayam dan air secukupnya lalu ditim. Setelah matang ayamnya dimakan dan airnya diminum. Bila air seni seperti air tajin (air pencucian beras), pemakaian obat ini dihentikan selama 3 hari lalu dilanjutkan kembali.
  2. Nyeri haid (dismenorrhea): 10 gram herba kembang mas dikeringkan dan 10 butir merica (Piper nigrum), direbus dengan 600cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum.
Catatan:
  1. Hati-hati dalam pemakaiannya karena tumbuhan, kembang mas beracun, terutama getahnya.
  2. Akarnya tidak dianjurkan bagi orang yang lemah.
  3. Tanda-tanda keracunan: pusing, sakit kepala, muntah, diare, sakit perut, mengigau, muka pucat, kedinginan yang luar biasa, denyut nadi tidak teratur.
  4. Tindakan yang harus diambil adalah: si penderita dibuat muntah dengan makan putih telur.
Semoga artikel lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman kembang mas ini dapat menjadi solusi untuk mengobati penyakit anda dan keluarga agar lekas sembuh.

Manfaat & Khasiat Tanaman Kembang Coklat

Manfaat & Khasiat Tanaman Kembang Coklat
Kembang Coklat (Zephyranthes candida)
Tuhan telah menciptakan semua yang ada di alam semesta ini bermanfaat bagi manusia, asal kita mau mempelajarinya, salahsatunya yaitu manfaat tanaman kembang coklat bagi kesehatan tubuh. Kembang Coklat (Zephyranthes candida) asal Cina dan Brasilia ini sering ditanam sebagai tanaman hias dikarenakan bunganya yang indah. Terna kecil berumbi, warga suku bakung-bakungan, tinggi 15-30 cm. Daunnya panjang dan pipih berbentuk lanset keluar dari bonggol umbi yang terletak di dalam tanah, daun agak melengkung dan licin. Bunganya tunggal, mempunyai tangkai, berwarna putih, dadu, bentuk seperti corong yang menghadap ke atas, biji berwarna hitam dan pipih. Umbi berwarna putih dan berlendir.
Familia: Amaryllidaceae.
Nama asing: Zhong lan (T).
Nama daerah: Kembang coklat.

Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Rasa agak manis, berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik).

Kandungan kimia: Lycorine, tazettin, haemanthidine, nerinine.

Bagian yang digunakan: Seluruh tumbuhan.

Khasiat untuk menyembuhkan:
  • Gangguan fungsi hati
  • Kejang-kejang pada anak
  • Ayan (epilepsi)
  • dan lain-lain.
Dosis Pemakaian:
  1. Pemakaian luar: tumbuhan kembang coklat dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam: 10-15 gram tumbuhan kembang coklat direbus lalu diminum airnya.
Pemakaian Dalam
  1. Ayan (epilepsi): 10 gram tumbuhan kembang coklat, 30 gram sulur ketimun (Cucumis sativus), gula batu secukupnya, direbus dengan air secukupnya, lalu diminum airnya setelah disaring.
  2. Kejang pada anak-anak: 10-15 gram daun kembang coklat segar, gula batu secukupnya, direbus lalu airnya diminum setelah disaring.
Pemakaian luar:
Kejang pada anak: 10-15 gram tumbuhan kembang coklat segar secukupnya, garam secukupnya, dihaluskan lalu ditempelkan pada pelipis.

Catatan:
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius tetap harus konsultasikan ke dokter.

Silahkan mencoba pengobatan alami dengan memanfaatkan khasiat tanaman kembang coklat untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang telah dibahas diatas, semoga lekas sembuh.

Manfaat & Khasiat Tanaman Kacapiring

Manfaat & Khasiat Tanaman Kacapiring
Kacapiring (Gardenia augusta)
Pembahasan lengkap kita kali ini tentang manfaat dan khasiat tanaman Kacapiring bagi kesehatan. Kacapiring (Gardenia augusta) asal Tiongkok ini sekarang banyak terdapat di Asia Tenggara. Tumbuh di daerah pegunungan mulai ketinggian 400 m di atas permukaan laut. Karena bunganya indah dan berbau harum, kacapiring banyak ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di samping itu bunganya juga digunakan untuk bunga potongan dan hiasan  di sanggul yang dipakai wanita. Di beberapa daerah, ekstrak bunga yang berbau wangi dipergunakan untuk bahan wangi-wangian dan bahan minyak rambut. Dikembangbiakan dengan pengcangkokan, biji, atau setek batang. Habitus perdu tahunan, tegak, tinggi 1-2 m. Daunnya berhadapan atau berkarang tiga, bertangkai pendek, berbentuk oval dengan pangkal dan ujung runcing, tebal dan licin seperti kulit, mengkilap pada bagian atasnya, berwarna hijau tua, panjang 4,5-13 cm, lebar 2-5 cm. Bunga tunggal dengan mahkota berbentuk terompet dan tersusun melingkar membentuk suatu kesatuan, bertangkai pendek, berwarna putih, dan berbau harum, umumnya muncul dari ujung batang atau ranting (terminal). Buahnya berwarna kuning, berbentuk bulat telur dengan kulit yang tipis dan berbiji banyak.
Familia: Rubiaceae.
Sinonim: Gardeni jasminoides Ellis = Gardenia florida L. = Gardenia grandiflora Lour.

Nama asing:
San tze che (T), pud sorn (Th), bunga cina, gardenia jasmine (M), kaapse jasmijn (B), rosal (S) (F), cape jasmine, gardenia (I), jasmine du cap.

Nama daerah:
  1. Sumatra: meulu bruek, rajaputih (Aceh), kacapiring, sangkapa (Melayu).
  2. Jawa: kacapiring (Sunda,Jawa), peciring, cepiring, ceplok piring (Jawa).
  3. Nusa Tenggara: jempiring (Bali).
Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Dingin, pahit, sedikit asam. Berkhasiat sebagai antibiotik, antiradang (antiinflamasi), menurunkan demam (antipiretik), membersihkan darah, dan menghilangkanpembekuan darah.

Kandunga kimia:
Mengndung minyak menguap, yaitu linalool, styrolyl asetat, gardenin, gardenosida geniposida, genipin-I-glucoside, b-sitosterol, crocetin, crosin, dan scandosida.

Bagian yang dipergunakan: Daun, bunga, buah, dan biji.

Khasiat menyembuhkan penyakit:
  • Demam yang disertai mengigau.
  • Sariawan (aphtae).
  • Jantung berdebar (palpitasi), menguatkan jantung.
  • Asma.
  • Menambah nafsu makan (stomakik).
  • Muntah (hiperemesis).
  • Sembelit/susah buang air besar (konstipasi).
  • Susah buang air seni (oliguria).
  • Kencing manis (diabetes mellitus).
  • Dan lain-lain.
Dosis pemakain:
  1. Pemakain luar: daun kacapiring dicuci dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 30-60 gram akar, direbus lalu airnya diminum. Atau 9-60 gram buah, direbus, airnya diminum.
Pemakain luar:
Perut kembung dan panas pada anak-anak karena  gangguan pencernaan (disoensia): 9 gram biji kacapiring yang masih mentah ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit tepung terigu dan putih telur ayam, diaduk hingga rata dan dibentuk menjadi lempengan lalu ditempelkan pada pusar.

Luka memar karena jatuh atau terpukul:
  • Daun kacapiring  segar dan daun kemuning segar (Muraya paniculata Jack.) masing-masing sama banyaknya, dicuci lalu digiling sampai halus ; tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api kecil, hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.
  • Biji kacapiring dicuci dan ditumbuk halus, tambahkan putih telur dan tepung terigu yang telah digongseng, aduk hingga rata lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  • 15 gram biji kacapiring dan 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosch.), dicuci dan ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit arak, d, aduk hingga rata lalu ditempelkan pada   bagian yang sakit.
  • 60 gram biji kacapiring dan 15 gram daun menthol (Mentha arvensis L.) dicuci dan ditumbuk hingga halus, tambahkan 15 gram tepung terigu yang digongseng dan putih telur atau arak secukupnya, diaduk-aduk hingga rata lalu dioleskan pada luka.
  • Biji kacapiring,daun dewa (gynura segetum (Lour) Merr.), temu hitam (curcuma aeruginosa Roxb.) dan bunga ros (Rosa chinensis Jacq.) , masing-masing secukupnya ditumbuk hingga halus, tambahkan sedikit arak putih, diaduk hingga rata lalu dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Luka bakar: Buah kacapiring ditumbuk hingga halus lalu dicampur dengan sedikit air dan diaduk hingga rata kemudian dioleskan pada tempat yang sakit. Atau buah kacapiring  secukupnya dikeringkan dan ditumbuk hingga menjadi bubuk, tambahkan putih telur ayam, diaduk hingga rata lalu dioleskan/ditempelkan pada luka.

Keseleo: Buah kacapiring secukupnya ditumbuk kasar, dicampur dengan air hangat atau sedikit alcohol, diaduk hingga rata lalu dibalurkan pada tempat yang sakit dan dibungkus dengan kain. Atau buah kacapiring disangrai hingga hitam, jahe segar secukupnya (Zingiber officinale) ditumbuk hingga halus, tambahkan tepung terigu dan sedikit arak, diaduk rata lalu diborehkan pada bagian tubuh yang sakit.

Bisul di kepala pada anak kecil: buah kacapiring mentah ditumbuk hingga halus dicampur dengan putih telur ayam, diaduk hingga rata lalu dioleskan pada bisul.

Herpes simplek: buah kacapiring mentah secukupnya disangrai hingga kering lalu digiling hingga menjadi bubuk, dicampur dengan jus lidah buaya secukupnya, (Aloe vera L.), diaduk rata lalu dioleskan pada tempat yang sakit.

Pemakaian dalam:
Demam, meriang: 30 gram daun kacapiring dicuci dan direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc lalu disaring, tambahkan dengan gula pasir secukupnya, diaduk merata kemudian diminum.

Demam karena angin dan panas: 9-12 gram buah kacapiring kering direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, disaring lalu airnya diminum.

Demam disertai mengigau: 30-60 gram akar kacapiring dicuci dan direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, setelah dingin airnya diminum.

Mata merah: 10 gram buah kacapiring kering dan 50 gram akar  alang-alang (Imperata cylindrical) dicuci dan direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, disaring lalu airnya diminum.

Mimisan (epistaxis): 30 gram buah kacapiring yang telah disangrai dan 20 gram umbi anggrek tanah/pai cik (anak-anak : 10 gram), direbus dengan 500 cc air hingga 250 cc, disaring lalu airnya diminum.

Sakit gigi: 60-90 gram akar kacapiring direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, tambahkan sedikit garam lalu airnya diminum. Atau 9 gram buah kacapiring kering direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, hangat-hangat airnya diminum.

Sariawan (aphthae): 30 gram daun kacapiring dan 15 gram daun saga (Abrus Precatorius) dicuci dan dihaluskan, tambahkan 200 cc air masak lalu disaring, diberi 40 cc madu lalu diminum untuk dua kali sehari.

Batuk (tusis) karena gangguan paru-paru: tiga kuntum bunga kacapiring dicuci dan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200cc, tambahkan madu dan diaduk rata lalu airnya diminum.

Radang saluran nafas (bronkhitis): 30-60 gram akar kacapiring dan 10 gram jahe merah (Zingiber officinale) direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc, disaring lalu airnya diminum.

Jantung berdebar keras  (palpitasi): 30 gram daun kacapiring muda, 30 gram  daun sembung manis (Blumea balsamivera DC.), 25 buah buni yang masak  (Antidesma bunius). 1 jari kayu manis (Cinamomum burmani), 10 gram jahe (Zingiber officinale) dan 30 gram gula enau ( (Arenga pinnata), dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Setelah dingin lalu diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200 cc.

Kejang jantung (Angina pectoris): 30 gram daun kacapiring, 30 gram daun sembung (Blumea balsamifera), 15 gram daun dewa (Gynura segetum) dan 30 gram daun enau (Arenga pinnata), dicuci dan dipotong-potong seperlunya lalu direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, setelah dingin disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100cc.

Sakit kuning (jaundice): akar kacapiring direbus lalu airnya diminum.
  • Balita 3-4 tahun : 20 gram
  • Anak-anak 5-7 tahun : 30 gram
  • Anak-anak 8-10 tahun : 45 gram
  • Anak-anak 11-15 tahun : 60 gram
  • Di atas 16 tahun : 90 gram
Hepatitis:
  • 60 gram akar kacapiring dan 60 gram daun serut/mirten (Streblus asper) direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc lalu airnya diminum.
  • 60 gram akar kacapiring segar atau 15-30 gram buah kacapiring dicuci bersih dan direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc lalu airnya diminum.
  • 5 kuntum bunga kacapiring (bagian tengahnya dibuang), 50 gram kacang merah (Vigna sinensis), 100 gram beras ketan (Oryza sativa) yang direndam hingga mekar dan air secukupnya, tambahkan gula pasir secukupnya lalu dimasak hingga menjadi bubur, setelah matang dimakan.
Lambung panas seperti terasa terbakar: 20 biji kacapiring disangrai hingga hitam lalu direbus dengan air secukupnya, tambahkan sedikit jahe (Zingiber officinale), lalu airnya diminum.

Menambah nafsu makan (stomakik): 5-10 lembar daun kacapiring dicuci bersih dan ditumbuk halus lalu diseduh dengan 200cc air mendidih, diamkan sebentar, tambahkan gula aren (arenga pinnata) secukupnya atau madu, minum airnya.Lakukan satu kali sehari.

Muntah darah (hematemesis): 9 gram buah kacapiring kering dan 60 gram akar alang- alang (Imperata cylindrica), direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc lalu airnya diminum.

Kencing manis (diabetes mellitus): 30 gram daun kacapiring, 30 gram daun alpukat direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200cc lalu airnya diminum sekaligus. Lakukan secara teratur setiap hari.

Kencing mengandung darah (hematuria): 60 gram buah kacapiring segar dan gula batu secukupnya direbus dengan 500cc air hingga tersisa 250cc lalu airnya diminum.

Disentri yang disertai darah dan lendir: 30-60 gram akar kacapiring dan gula batu secukupnya direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc lalu airnya diminum.

Buang air besar mengandung darah: 30 gram buah kacapiring disangrai hingga hitam lalu dihaluskan hingga bubuk, diseduh dengan air mendidih lalu airnya diminum.

Catatan:
  1. Tidak dianjurkan bagi yang limpanya lemah.
  2. Umbi anggrek tanah (pai cik) dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
  3. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit serius tetap konsultasikan ke dokter.
Silahkan mencoba pengubatan dengan tumbuhan herbal alami dengan memanfaatkan khasiat tanaman kacapiring, semoga lekas sembuh.

Manfaat dan Khasiat Bunga Iris

Manfaat dan Khasiat Bunga Iris
Bunga Iris (Iris tectorum)
Berikut ini pembahasan lengkap tentang manfaat dan khasiat Bunga Iris. Bunga Iris (Iris tectorum) merupakan tumbuhan asal Jepang. Biasa ditanam sebagai tumbuhan hias karena bunganya yang indah. Tumbuh baik terutama di daerah pegunungan. Herba dengan akar rimpang pendek. Daun bentuk lanset memanjang dengan ujung runcing panjang  25-40 cm, lebar 1,5-3 cm, warna hijau kebiruan. Tangkai karangan bunga 3-25 cm, seludang bunga bentuk lanset dengan panjang 5,5-8 cm, berbunga dua sampai banyak. Taju tenda bunga bulat telur terbalik dengan tepi keriting, yang terluar dengan pangkal yang ungu pucat atau bergaris ungu. Tiga yang terluar lebih pendek, ungu, berkuku dan sedikit berbentuk talang. Benang sari berhadapan dengan taju terluar, panjang 2,5 cm, kepala sari menempel pada cabang tangkai putik, tangkai putik pendek. Bakal buah berbentuk spul, persegi 3. Buah kotak memanjang.

Familia: Iridaceae.
Nama asing: Yuan wui (T) , japanse iris (B).
Nama daerah: Bunga iris.

Efek farmakologis dan sifat kimiawi:
Rasanya pahit pedas, netral, sedikit beracun. Berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik) , menghilangkan pembekuan darah, dan meningkatkan fungsi pencernaan.

Kandungan kimia: Iridin, tanin, resin, amilum, asam miristat, dan iron.

Bagian yang digunakan:
Akar rimpang, daun, dan seluruh bagian tumbuhan (herba).

Khasiat untuk menyembuhkan penyakit:
  • Radang tenggorokan  (pharyngitis).
  • Gusi bengkak.
  • Hepatitis.
  • Gangguan pencernaan (dispepsia).
  • Mual dan perut kembung (meteorismus).
  • Radang ginjal (nephritis).
  • Sembelit/susah buang air besar (konstipasi).
  • Rematik
  • Luka terpukul, luka.
  • Radang kulit bernanah (pioderma), bisul (furunculus).
  • Dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian luar: tumbuhan iris secukupnya dicuci dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakain dalam: minum 3-15 gram akar rimpang atau 15-30 gram herba, direbus lalu airnya diminum.
Pemakaian luar:
  1. Bisul (furunculus), radang kulir bernanah (pioderma), digigit ular/serangga : akar rimpang iris dicuci dan dihaluskan sampai seperti bubur lalu ditempelkan pada bagian kulit yang sakit.
  2. Sembelit: akar rimpang iris secukupnya dicuci dan digiling hingga halus lalu ditempelkan pada perut terutama pada bagian pusar.
  3. Sakit/radang tenggorokan (pharyngitis): akar rimpang iris secukupnya diblender dengan ditambahkan air secukupnya lalu airnya dipakai untuk kumur-kumur.
  4. Gusi bengkak: 15 gram akar rimpang iris diblender, ditambah dengan sedikit air lalu ditempelkan pada gusi yang sakit.
Pemakain dalam:
  1. Gusi bengkak: 9 gram akar rimpang iris direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, hangat-hangat airnya diminum.
  2. Radang tenggorokan (pharyngitis): 3-9 gram akar rimpang iris kering atau 15-30 gram herba iris dan 70 gram lidah buaya (Aloe vera) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200 cc, setelah agak dingin disaring lalu airnya diminum.
  3. Gangguan pencernaan (dispepsia): 3 gram akar rimpang  kering  iris dihaluskan lalu direbus dengan 200 cc air sampai airnya mendidih, setelah dingin diminum.
  4. Mual, perut kembung (meteorismus): 3 gram akar iris kering digiling lalu diseduh dengan 200cc air mendidih, setelah  agak dingin diminum. Atau 3-9 gram akar iris kering direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200 cc, setelah agak dingin disaring lalu airnya diminum. Atau 3-9 gram akar rimpang iris kering dan 10 gram akar jail (Coix lacryma-jobi), digiling halus lalu diseduh dengan air mendidih, setelah agak dingin airnya diminum.
  5. Hepatitis: 6 gram akar rimpang iris kering atau 15-30 gram herba dan 20 gram temulawak (Curcuma xanthorrhiza) direbus dengan 400cc air hingga tersisa 200cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  6. Pembengkakan ginjal, sembelit (konstipasi): 15 gram akar rimpang iris direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, hangat-hangat disaring lalu  airnya diminum.
  7. Luka terpukul: 10 gram akar rimpang iris dihaluskan atau dijus, tambahkan 200cc air masak, diperas dan disaring lalu diminum.
  8. Keseleo, luka luar: 3-9 gram akar rimpang iris kering digiling hingga halus lalu diseduh dengan air mendidih dan diminum secara teratur.
Catatan:
  1. Ramuan ini harus digunakan secara hati-hati, tidak dianjurkan digunakan pada saat kondisi tubuh lemah.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur . Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian artikrel lengkap mengenai manfaat dan khasiat tanaman bunga iris untuk kesehatan tubuh manusia, semoga dapat membantu dalam mengobati penyakit yang diderita,

Manfaat dan Khasiat Tanaman Bungur Kecil

Manfaat dan Khasiat Tanaman Bungur Kecil
Bungur Kecil (Lagerstroemia indica)
Tumbuhan bunga bungur kecil ternyata memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh manusia, berihut adalah detil tentang manfaatnya.  Bungur Kecil (Lagerstroemia indica) yang berasal dari Tiongkok dan Jepang ini kini tersebar di seluruh daerah tropis Indonesia. Bungur kecil biasa ditanam sebagai tanaman hias di halaman, taman dan di pinggir-pinggir jalan, dapat juga ditemui tumbuh liar di tebing-tebing dan tepi hutan. Bungur kecil sangat digemari orang karena warna bunganya yang indah. Perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2 - 7 m, umumnya tumbuh baik pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Batangnya berkayu, bercabang banyak yang keluar dari bagian ujung yang meruncing, cabang melengkung dengan kulit pohon berwarna coklat, halus dan agak berkilap. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, tumbuh berseling, bentuknya elips atau memanjang, dengan panjang 2 - 7 cm, dan lebar 1 - 4 cm, ujung tumpul sedikit bertaring, pangkal membagi, tepi rata, warnanya hijau tua. Bunga majemuk berbentuk malai, panjangnya 10 - 50 cm, tumbuh berkumpul di ujung batang atau keluar dari ketiak daun, berwarna lembayung, merah muda, putih atau ungu, pinggir daun mahkotanya bergelombang. Permukaan tangkai bunganya ada yang licin dan ada pula yang berbulu, tanaman ini berbunga sepanjang tahun.

Familia: Lythraceae.
Sinonim: Lagerstroemia Chinensis L.

Nama asing:
Zi wei hua (T), malendres, pelendres (F), crape myrtlle (I), melendres, melindres (S), inai merah (M).
Nama daerah: Bungur jepang

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Agak pahit, netral, berkhasiat merangsang sirkulasi, menghentikan pendarahan (hemostatis), antiradang (antiinflamasi), peluruh kemih (diuretik), pengelat (astringent), menetralisasi racun. Bunga, daun, dan kulit kayu bersifat purgatif (pencahar).

Kandungan kimia:
  • Daun mengandung decinine, decamine, lagerstroemine, lagerine, dihydroverticillatine, decodine.
  • Akar mengandung sitosterol, 3,3',4-trimethylellagic acid.
Bagian yang digunakan:
Bunga, akar, daun, dan kulit kayu, direbus lalu diminum. Untuk penyimpanan, dicuci lalu dijemur.

Khasiat menyembuhkan:
  • Batuk darah (hemoptysis), muntah darah (hematemesis)
  • Buang air besar mengandung darah
  • Pendarahan sehabis melahirkan
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Radang payudara (mastitis)
  • Radang hati (hepatitis), penyakit kuning (icteric jaudice)
  • Busung perut, bengkak (edema)
  • Keracunan tripterygium wilfordii
  • Disentri
  • Sakit gigi, pusing
  • Luka berdarah, bisul (furunculus), koreng, pembengkakkan (abses), eksim (ekzema)
  • Tulang patah (fraktur)
  • dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakain Luar : bungur kecil direbus lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian sakit atau bahan dikeringkan dan digiling menjadi bubuk, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 15-30 gram tumbuhan. direbus lalu airnya diminum.
Pemakaian luar:
  1. Bisul (furunculus), koreng : akar dan bunga bungur kecil dikeringkan lalu digiling hingga menjadi bubuk, tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Eksim (ekzema) : akar atau daun bungur kecil secukupnya dicuci bersih lalu direbus dengan air, air rebusannya digunakan untuk mencuci bagian sakit.
  3. Radang payudara (mastitis), eksim : daun bungur kecil secukupnya ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  4. Campak : 500 gram tumbuhan bungur kecil direbus dengan air secukupnya lalu airnya digunakan untuk mencuci kulit yang terkena campak.
Pemakaian dalam:
  1. Sakit kepala sebelah (migrain) : 30 gram akar bungur kecil dimasak bersama dengan 60 gram daging sapi lalu dimakan.
  2. Sakit kuning, hepatitis : 15 gram akar bungur kecil, dan 15 gram daunnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
  3. Sakit gigi : 15 gram akar bungur kecil dimasak bersama daging ayap atau sapi hingga matang lalu dimakan.
  4. Batuk darah (hemoptysis), muntah darah (hematemesis), buang air besar mengandung darah : 30 gram akar bungur kecil, direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 80 cc, disaring lalu diminum airnya dua kali sehari sebanyak 40 cc.
  5. Disentri : 30 gram daun atau akar bungur kecil, 15 gram patikan kebo (Euphorbia hirta) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc disaring lalu airnya diminum.
  6. Hepatitis : 15 gram akar, 15 gram daun bungur kecil, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  7. Bisul (furunculus) : 30 gram akar bungur kecil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  8. Biduran (urtikaria) : 30 gram tumbuhan bungur kecil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  9. Campak : 60 gram tumbuhan bungur kecil dan 30 gram pegagan (centella asiatica) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.
Catatan:
  1. Wanita hamil dilarang meminum rebusan tanaman obat ini.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
Selamat mencoba pengobatan dengan memanfaatkan khasiat tanaman bunga bungur kecil untuk menyembuhkan berbagai penyakit dalam maupun penyakit dalam.

Manfaat & Khasiat Tanaman Bunga Matahari

Manfaat & Khasiat Tanaman Bunga Matahari
Bunga Matahari (Helianthus annuus)
Berikut ini tentang manfaat dan khasiat tanaman bunga matahari untuk kesehatan tubuh manusia. Bunga Matahari (Helianthus annuus) asal Amerika Utara ini pada tahun 1919 ditanam di Jawa, sering ditemukan di gunung-gunung, di daerah yang memiliki kelembaban yang cukup dan memperoleh sinar matahari langsung, bisa juga tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1500m di atas permukaan air laut. Bunga matahari biasa ditanam sebagai tanaman hias karena bentuk dan warna bunganya indah.
Habitus herba anual (umurnya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbatang basah (herbaceus) dengan kulit batang luar kasap dan berbulu, tinggi 1-3m. Daunnya tunggal berbentuk jantung, bunga berwarna kuning, ukuran bunga besar berbentuk cawan dengan mahkota berbentuk pita di sepanjang tepi cawan dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, berwarna coklat.

Familia: Compositae
Nama asing: Xiang ri kui (T) mirasol (F), sun flower (I), girasol (S), grand soleil, tournesol, sonneblume, zonnebloem.

Nama daerah:
  1. Sumatra : bungong matahuroi, bungga ledomata, (Aceh), bunga panca matoari, bunga teleng matoari (Minangkabau).
  2. Jawa : bungka matahari, kembang sarengenge (Sunda), kembang sangenge, kembang srangenge, purba negara (Jawa), kembang mata are, kembhang tampong are (Madura).
  3. Nusa Tenggara : sungeng (Bali), kembang sringenge (Sasak), bungga ledomata (Roti).
Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
  • Rasa lembut, netral
  • Bunga berkhasiat menurunkan tekanan darah (hipotensif), mengurangi rasa nyeri (analgesik).
  • Biji berkhasiat sebagai antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzim, dan lain-lain), merangsang pengeluaran campak (measles).
  • Daun berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), mengurangi rasa nyeri (analgesik), antimalaria.
  • Akar berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh air seni (diuretik), pereda batuk (antitusif), menghilangkan rasa nyeri (analgesik).
  • Sumsum dari batang dan dasar bunga berkhasiat merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang air seni (diuretik), menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air seni.
Kandungan kimia:
  • Bunga mengandung quercimeritrin, helianthoside A, B, C, asam oleanolat, asam echinocystat.
  • Biji mengandung sitosterol, prostaglandin E, asam chlorogenic, asam quinat, phytin, 3,4 benzopyrene. Dalam setiap 100 gram minyak biji bunga matahari terdapat lemak dengan total 100, yang terbagi dalam lemak jenuh 9,8, lemak tak jenuh yaitu oleat 11,7 dan linoleat 72,9, sisanya tidak mengandung kolesterol.
Bagian yang dipergunakan: Seluruh tumbuhan, untuk penyimpanan dikeringkan.

Khasiat menyembuhkan:
1. Bunga :
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Rasa nyeri pada sakit kepala, pusing
  • Telinga berdengung
  • Sakit gigi
  • Nyeri lambung (gastritis)
  • Kanker lambung
  • Nyeri menstruasi (dismenorrhea)
  • Radang payudara (mastitis)
  • Rematik
  • Mempermudah kelahiran (parturifasien)
  • dan lain-lain.
2. Biji :
  • Menambah nafsu makan (stomakik)
  • lesu, meningkatkan stamina
  • Disentri mengandung darah
  • Merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak
  • Sakit kepala
  • dan lain-lain.
3. Akar :
  • Infeksi saluran kemih
  • Kencing batu
  • Susah buang air besar atau sembelit (konstipasi)
  • Buang air kecil susah dan nyeri (disuria)
  • Radang saluran napas (bronkhistis)
  • Batuk rejan (pertussis)
  • Keputihan (leukorrhea)
  • Hernia
  • Nyeri lambung atau mag (gastritis), perut kembung (meteorrismus)
  • dan lain-lain.
4. Daun :
  • Malaria
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Terbakar, tersiram air panas
  • dan lain-lain.
5. Sumsum dari batang dan dasar bunga (receptaculum) :
  • Kanker lambung
  • Kanker esophagus
  • Nyeri lambung (gastritis)
  • Buang air kemih sukar dan nyeri (disuria)
  • Batu saluran kemih
  • Air kemih mengandung darah (hematuria)
  • Air kemih mengandung lemak (chyluria)
  • Keputihan (leukorrhea)
  • dan lain-lain.
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian Luar : Tumbuhan bunga matahari dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : Bunga 30-90 gram, dasar bunga (reseptaculum) 30-90 gram, sumsum dari batang 15-30 gram, akar 15-30 gram semuanya direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar:
  1. Rematik : Kepala bunga matahari secukupnya, 15 gram jahe merah (Zingirber officinale Rosc.), dierbus dengan air secukupnya sampai mengental, lalu tambahkan air putih secukupnya, setelah dingin ditwmpwlkan pada tempat yang sakit.
  2. Bisul : Bunga matahari secukupnya disangrai hingga berwarna kecoklatan dan ditumbuk halus, tambahkan minyak wijen dan aduk rata lalu ditempelkan pada bisul.
  3. Radang payudara (mastitis) : Dasar bunga matahari (reseptakulum) secukupnya disangrai dan ditumbuk hingga halus, tambahkan minyak wijen, aduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
Pemakaian dalam:
  1. Sakit kepala : 30 gram bunga matahari, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 1 butir telur ayam (tidak dipecahkan), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum sesudah makan, sedangkan telurnya dimakan. Lakukan dua kali sehari.
  2. Pusing : Biji bunga matahari digongseng dan dikupas kulitnya, digiling hingga menjadi bubuk, tambahkan gula pasir secukupnya, ambil enam gram bubuk tersebut lalu diseduh dengan air mendidih, hangat-hangat disaring lalu airnya diminum, lakukan secara teratur. atau 30-60 gram bagian tengah bunga matahari segar dan telur ayam rebus yang telah dikupas  kulitnya direbus dengan satu liter air sehingga tersisa 500 cc, lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 250 cc dan telurnya dimakan. atau Satu buah dasar bunga matahari segar (receptaculum) dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  3. Sakit gigi : 60 gram dasar bunga (receptaculum) bunga matahari, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  4. Radang payudara (mastitis) : Bunga matahari (tanpa biji) secukupnya, dipotong hingga halus lalu dijemur sampai kering atau disangrai hingga hangus kemudian digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 10-15 gram bubuk tersebut tambahkan 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), gula dan madu masing-masing secukupnya, direbus dengan air hingga mendidih, aduk hingga rata lalu diminum. Lakukan tiga kali sehari, pertama kali minum harus keluar keringat (tidur pakai selimut).
  5. Batuk (tussis), sesak napas (asma) : 1 kuntum bunga matahari segar, diambil bagian tengahnya dan gula batu secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring dan airnya diminum.
  6. Batuk rejan (pertussis) : 30 gram bunga matahari dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu airnya diminum.
  7. Sesak napas (asma) : 30-60 gram bagian tengah/cawan bunga matahari segar dan 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum. Lakukan dengan teratur.
  8. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : 60 gram dasar bunga (reseptakulum) bunga matahari, 30 gram rambut jagung (Zeamays L.), gula secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum hangat-hangat. atau 30-60 gram daun bunga matahari segar, 60 gram akar alang-alang (Imperata cylindrica [L.] Beauv.), 1 buah belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) yang sudah matang, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  9. Mencegah kanker lambung : 30-90 gram dasar bunga matahari (receptaculum) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu diminum airnya.
  10. Kembung, nyeri lambung, mag (gastritis) : 30 gram akar bunga matahari, 10 gram adas (Foeniculum vulgare Mill.) 10 gram biji ketumbar (Coriandrum sativum L.), 5 butir kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  11. Sakit pada ulu hati dan sakit perut : Akar bunga matahari kering secukupnya ditumbuk hingga halus, lalu diseduh dengan air panas dan airnya diminum. Lakukan 2 - 3 kali sehari, setiap kali 6 gram.
  12. Disentri : 10 gram biji bunga matahari, 30 gram tumbuhan patikan kebo (Euphorbia hirta L.), gula batu secukupnya, ditim selama 1 jam, setelah diangkat lalu diminum airnya hangat-hangat.
  13. Susah buang air besar (costipatio_ dan buang air kecil (oliguria) : 15-30 gram akar bunga matahari segar, 30 gram daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus {Bl.] Miq.), 60 gram daun ubi jalar (Ipomoea batatas Poir.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  14. Infeksi saluran kemih : 30 gram akar bunga matahari segar, 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), 30 gram daun sendok (Plantago mayor L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  15. Kencing batu : 30 gram bunga matahari, 30 gram labu bligo (Benincasa hispida Cogn.), 30 gram daun keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), 30 gram rambut jagung (Zea mays L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  16. Beri-beri dan buang air kencing tidak lancar (oliguria) : 15 gram akar bunga matahari dan 30 gram kulit labu bligo (Benincasa hispida Cogn.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  17. Sakit perut saat datang haid (dysmenorrhea) : 30 gram bagian dasar bunga matahari (reseptakulum) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu airnya diminum.
  18. Keputihan (leucorrhea) : 30 gram bagian tengah batang bunga matahari, 5 buah angco merah dan 5 buah angco hitam (dapat dibeli di supermarket), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya, sedangkan angconya dimakan. atau 60 gram dasar bunga matahari (reseptakulum) segar direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  19. Badan lemah setelah melahirkan : 30 gram bagian tengah batang (sumsum) bunga matahari direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  20. Pendarahan : 1 buah dasar bunga matahari (reseptakulum) segar dan 100 gram akar rimpang teratai direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  21. Hernia : 30 gram akar bunga matahari, 10 gram biji jeruk (Citrus Sp.), 1 buah biji mangga kering (Mangifera indica L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya disaring dan diminum hangat-hangat.
Catatan:
  1. Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan Ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (tractus digestivus).
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit berat tetap konsultasi ke dokter.
  3. Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga matahari.
Demikian pokok bahasan kita kali ini mengenai manfaat dan khasiat tanaman bunga matahari untuk kesehatan tubuh Anda dan keluarga. Semoga dapat membantu Anda dalam mengobati penyakit yang diderita agar lekas sembuh.

Manfaat Tanaman Kumis Kucing

Manfaat Tanaman Kumis Kucing
Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)
Artikel berikut yang akan dibahas yaitu tentang daun Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) merupakan salah satu tanaman obat berasal dari Afrika tropis, yang kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. Kumis kucing adalah tanaman yang bisa diolah di ekstrasi  menjadi bahan obat tradisional, juga merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia yang mempunyai manfaat dan khasiat dalam mengobati berbagai macam penyakit.
Kumis kucing merupakan tanaman terna tegak, di bagian bawah buku-bukunya tumbuh akar dan tingginya mencapai 2 meter, batang persegi empat agak beralur berbulu/gundul. Daun bundar atau lonjong, lanset atau belah ketupat yang dimulai dari pangkal, ukuran daun panjangnya 1 - 10 cm dan lebar 7.5 mm, - 1,5 cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau  gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7 - 29 cm. Bunga bibir, mahkota bersifat terminal berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7 - 29 cm, di bagian atas ditutupi bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung 10 - 18 mm, panjang bibir 4,5 - 10 mm, helai bunga tumpul, bundar, benangsari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga melebihi bunga bagian atas, kelopak bunga berkelenjar.. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1,75 - 2 mm gagang berbulu pendek dan jarang, panjang 1 - 6 mm.
Kumis kucing tumbuh baik di iklim curah hujan yang ideal, dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi, karena akan menurunkan kadar ekstrak daun. Keadaan suhu udara sedang sampai panas, baik bagi pertumbuhan tanaman kumis kucing.

Familia:
Lamiaceae/Labiatae

Nama Asing:
  1. Inggris : Kidney tea plants/Java tea
Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Kadar kalium tinggi, glikosida orthosiponin yang bagus untuk menurunkan kadar asam urat, fosfat, dan oksalat dari dalam tubuh, minyak astiri, senyawa terpenoid dan senyawa fenol seperti isopirman, flavonid, benzokromen dan turunan asam urat. Kumis kucing cenderung memiliki rasa pahit, agak asin, sepet, dan sejuk.

Nama Daerah:
  1. Melayu-Sumatera : kumis kucing, giri-giri merah
  2. Sunda : kumis kucing
  3. Jawa : remujeng
  4. Madura : sesalaseyan, songkot koceng
Khasiat dan Kegunaan :
  1. Memperlancar air kemih (diuretik)
  2. Antibakteri
  3. Rematik
  4. Radang ginjal
  5. Batu Ginjal
  6. Kencing manis
  7. Menurunkan kadar glukosa darah
  8. Infeksi kandung kemih
  9. Membersihkan empedu ginjal
  10. Menjaga tekanan darah
  11. Diabetes
  12. Asam Urat
  13. Encok,
  14. Masuk angin
  15. Keputihan
Pemakaian Dalam
  1. Kencing batu : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa satu gelas dan minum ramuan ini sehari satu gelas sebelum tidur.
  2. Memperlancar air kemih (diuretik) : 30 gr daun kumis kucing, akar alang-alang 30 gr, lalu cuci hingga bersih, kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1.5 gelas. Minum 3x sehari sebanyak 1/2 gelas.
  3. Sakit Pinggang : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas dan minum ramuan ini sehari 1 gelas sebelum tidur. 
  4. Batu ginjal : daun kumis kucing 25 gr, daun ngokilo 25 gr, daun keji beling 25 gr, daun meniran dengan akarnya 25 gr, semuanya direbus dengan air sebanyak 4 gelas sampai mendidih. Minum habis air tersebur dalam sehari.
  5. Darah tinggi (menjaga tekanan darah) : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas dan minum ramuan ini sehari 1 gelas sebelum tidur.
  6. Infeksi kandung kemih : 5-10 helai daun kumis kucing direbus dengan setengah gelas air dan diminum 2 x sehari.
  7. Diabetes militus : 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 2 gelas air, hingga tersisa 1 gelas dan minum ramuan ini sehari 1 gelas sebelum tidur.
  8. Asam urat : 4-5 helai daun kumis kucing di tambah 7 daun meniran direbus dengan air hingga tersisa setengahnya. diminum beberapa kali sehari.
  9. Masuk angin : tanaman kumis kucing sebanyak 30-60 gr (kering) atau 90-120 gr (basah) direbus dan diminum. Atau daun basah/kering diseduh sebagai teh.
  10. Batu ginjal : 3 genggam daun kumis kucing, 5 lembar daun keji beling, lalu rebus kedua bahan tersebut dengan 2 gelas air sampai mendidih samapi tersisa 1 gelas air. Minum secara teratur sehari 2 x.
  11. Encok : 4-5 helai daun kumis kucing di tambah 7 daun meniran direbus dengan air hingga tersisa setengahnya. diminum beberapa kali sehari.
  12. Keputihan : 1 genggam daun kumis kucing dan daun beluntas, rebus dengan air 1 gelas sampai mendidih dan tersisa setengahnya, ketika merebus tambahkan 10 biji kemukus dan 1 sendok teh jintan hitam. Setelah dingin air ramuan tersebut diminum secara rutin 2 x sehari.
  13. Rematik : 4-5 helai daun kumis kucing di tambah 7 daun meniran direbus dengan air hingga tersisa setengahnya. diminum beberapa kali sehari.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter.

Demikian infomasi tentang manfaat dan khasiat daun kumis kucing, mudah-mudahan berguna bagi kesehatan Anda.

Khasiat Tanaman Binahong

Khasiat Tanaman Binahong
Binahong (Bassela rubra linn)
Informasi ini membahas dengan detil tentang tanaman Binahong (Bassela rubra linn) dalam bahasa Latin-nya, adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dan mempunyai banyak manfaat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Tanaman binahong ini berasal dari kawasan Afrika timur dan Madagaskar kemudian menyebar ke berbagai kawasan tropis. Binahong memiliki 2 varian dari tanaman ini yaitu:
Basella alba yang memiliki daun hijau gelap
Basella rubra yang memiliki batang dan tulang daun yang berwarna merah. Keduanya merupakan tumbuhan herba, merayap atau memanjat. Batangnya tidak berkayu dan sangat lemah, berbentuk bulat, lunak, bercabang. Batang yang merayap di atas tanah akan mengeluarkan akar. Daun tunggal, letaknya berseling. Bunganya majemuk keluar dari ketiak daun, panjang 3-21 cm, mahkota putih dengan ujung berwarna ungu. Buahnya buni, bulat, diameter 4-7 mm, masih muda hijau, setelah masak warnanya menjadi ungu. Bijinya satu, bulat, keras, warnanya merah keputihan.
Tumbuhan binahong ini sering dibudidayakan sebagai sayuran musiman. Daunnya dapat disayur, khasiat dari daunnya merupakan makanan yang baik digunakan sebagai sumber kalsium, zat besi, vitamin A dan C, sehingga di Cina dan negara-negara Asia lainnya bisa dijumpai pada sup atau masakan sayur. Sedang buahnya bila diperas mengeluarkan warna merah yang dapat digunakan untuk mewarnai bahan makanan. Kemampuan tumbuhnya yang cepat dan produktif menjadi alasan utama dijadikan tanaman hias. Tanaman ini merambat pada pagar atau pergola sebagai tanaman hias di depan rumah.

Familia : Basellaceae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Genus : AnrederaSpesies : Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.

Nama Asing
  • Inggris : Heartleaf maderavine madevine
  • Cina : Dheng San Chi
Bagian yang dipakai
Umbi, batang dan daun

Nama Daerah
  • Sunda : Binahong, Gandoa
  • Bali :Gendola
  • Minangkabau : Lembayung
  • Jawa : Uci-uci
  • Madura : Kandula
  • Sulawesi Utara : Tatabuwe 
Manfaat dan Kegunaan :
  1. Membantu menyembuhkan luka setelah operasi
  2. Membantu meredakan sakit maag
  3. Membantu mengatasi disentri
  4. Menambah stamina dan kesegaran jasmani (ramuan ditambah dengan telur dan madu)
  5. Membantu mencegah stroke
  6. Obat asam urat alami
  7. Membantu meredakan sakit pinggang
  8. Membantu mengatasi kanker
  9. Sakit jantung
  10. Pembengkakan pada lever
  11. Kencing manis atau diabetes melitus
  12. Kerusakan pada ginjal
  13. Radang usus besar
  14. Luka berdarah
  15. Memar akibat terpukul
  16. Kena api
  17. Rematik
  18. Pegal linu
  19. Nyeri sendi
  20. Menghaluskan kulit
  21. Lemah syahwat 
Kandungan Kimia dan Farmakologis :
  1. Flavonid adalah untuk anti inflamasi atau anti peradangan, analgesik, anti-oksidasi
  2. Asam oleanolik adalah golongan untuk triterpenoid yang merupakan zat antioksidan pada tanaman. Mekanisme yang terjadi pada sifat perlindungan asam oleanolik mencegah masuknya racun kedalam sel dan kemudian meningkatkan sistem pertahanan sel.Zat anti inflamasi yang ada dalam asam oleanolik yang bisa mencegah terjadinya peradangan. Kandungan nitrit oksida yang ada di dalam oleanolik juga merupakan zat antioksidan juga mempunyai fugsi sebagai salah satu zat yang sangat kuat untuk membantu membunuh bakteri. Maka akan membantu menguatkan daya tahan sel juga membantu memperbaiki sel sehingga sel bisa beregenerasi dengan baik. Dan senyawa saponin triterpenoid membantu menurunkan kadar gula darah yang tinggi.
  3. Protein adalah berat molekul yang besar dan merupakan antigen yang bisa memacu terjadinya pembentukan antibodi, kemudian mengaktifkan kembali komplemen.Protein juga membantu menstimulasi produksi nitrit oksida yang membantu untuk meningkatkan aliran darah dan melancarkan sirkulasi darah yang akan membawa nutrisi ke dalam tiap jaringan sel. Nitrit oksida juga bisa merangsang tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan yang mempunyai manfaat untuk menstimulasi pertumbuhan dan juga reproduksi sel yang mengalami kerusakan.
  4. Asam askorbat atau Vitamin C adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan memelihara membran mukosa, selain itu mempercepat terjadinya penyembuhan, maka serat dari kolagen yang terbentuk akan lebih kokoh dan membantu proses penyembuhan luka yang masih baru dan juga luka yang masih basah.
Pemakaian Luar :
  1. Luka berdarah : Daun binahong segar secukupnya dicuci bersih, kemudian haluskan dan tempelkan pada bagian luka yang sakit, lalu balut. Ganti 2 kali sehari
  2. Memar akibat terpukul : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  3. Kena api : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  4. Rematik : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  5. Pegal linu : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  6. Nyeri sendi : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  7. Menghaluskan kulit : Daun dan batang tanaman binahong ditumbuk halus kemudian setelah itu dioleskan pada bagian yang sakit.
  8. Lemah syahwat : ambil getah daun binahong dan oleskan pada orgam vital pria, diamkan sekitar beberapa menit, kemudian Anda siap melakukan hubungan intim. atau batang tanaman binahong di rebus dengan menggunakan kencur, direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air, setelah itu diminum setiap malam selama seminggu.
Pemakaian Dalam :
  1. Membantu menyembuhkan luka setelah operasi : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  2. Membantu meredakan sakit maag : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari. atau 5-7 lembar daun binahong segar dicuci bersih, lalu direbus hingga mendidih, disaring. Diamkan hingga air rebusan tersebut dingin, kemudian minum 3 kali sehari sebelum makan. Reaksi yang mungkin timbul setelah meminum rebusan tersebut, perut akan terasa panas, sebagai reaksi bahwa daun binahong bekerja dalam perut
  3. Membantu mengatasi disentri : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  4. Menambah stamina dan kesegaran jasmani : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.(ramuan ditambah dengan telur dan madu)
  5. Membantu mencegah stroke : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  6. Obat asam urat : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  7. Membantu meredakan sakit pinggang : ambil umbi binahong secukupnya saja, kemudian cuci sampai bersih, lalu direbus, kemudian disaring dan setelah dingin minum ramuan ini 2-3 kali dalam sehari.
  8. Kanker : 30 gram daun binahong kering dan 1 liter air di rebus dengan hingga tersisa 600 ml air, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing 200 ml.
Selain cara tersebut di atas bisa dengan cara umbi dikeringkan lalu ditumbuk sampai halus dan masukkan ke dalam kapsul 0.5 mh kemudian minumlah ramuan ini 3 kali dalam sehari.
Umbi binahong di campur daun dirih dan temulawak dengan perbandingan yang ganjil seperti 7 : 9 : 13 untuk membantu penyembuhan :
  1. Sakit jantung
  2. Pembengkakan pada lever
  3. Kencing manis atau diabetes melitus
  4. Kerusakan pada ginjal
  5. Radang usus besar
Catatan :Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.
Selamat mencoba dan memanfaatkan khasiat tanaman binahong untuk pengobatan alami Anda sekeluarga, semoga berguna.

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa
Daun Dewa (Gynura segetum)
Penjelasan lengkap tentang manfaat dan khasiat daun dewa. Tanaman Daun Dewa (Gynura segetum) ini terhitung tumbuhan semak tahunan, tinggi kurang lebih 50 cm, warna tengguli, semakin tua bercabang banyak. Tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0 - 1.000 m di atas permukaan laut. Daun berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya, warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, kedua permukaan daun mempunyai bulu-bulu halus, bentuk daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek. Batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan, tinggi batangnya cuma 10-25 cm. Bunganya muncul di ujung batang. Sebelum mekar, bunganya seperti kancing, berupa himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecoklatan. Bunga umumnya segera rontok, tidak jadi buah. Jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm. Akarnya yang membentuk umbi dengan panjang kurang lebih 5-8 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh. Umumnya daun dewa diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang, anakan/tunas, dan umbi.
Familia: Compositae.

Nama asing: Cina disebut san qi cao.

Nama daerah: Di Jawa disebut sambung nyawa. .Melayu disebut dengan beluntas cina, daun dewa, setawar barah, samsit.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Netral, rasanya khas, antikoagulan, mencegah pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan.

Kandungan kimia: Saponin, Minyak Atsiri, Flavonid

Bagian yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

Khasiat menyembuhkan:
  1. Jantung koroner
  2. Stroke
  3. Penyempitan pembuluh darah
  4. Kolesterol tinggi
  5. Obat menghentikan pendarahan
  6. Menghilangkan panas
  7. Membersihkan racun
  8. Mengobati luka memar karena terpukul
  9. Antikoagulan
  10. Analgesik (meredakan rasa nyeri)
  11. Anti Inflamasi (anti radang)
  12. Infeksi kerongkongan
  13. Gigitan binatang berbisa
  14. Pendarahan setelah melahirkan
  15. Kejang pada anak
  16. Mencairkan pembekuan darah akibat pembengkakan
  17. Kanker payudara pada wanita
  18. Melancarkan sirkulasi darah
  19. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  20. Pereda rasa nyeri
  21. Anti radang
  22. Meluruhkan kencing
  23. Penurun panas
  24. Kencing manis atau Diabetes melitus
  25. Pembersih racun dalam tubuh
  26. Pencegah kanker
  27. Luka bengkak akibat pukulan
  28. Haid tidak lancar
  29. Melancarkan peredaran darah
  30. Menghentikan pendarahan mimisan, batuk darah, dan muntah darah
  31. Luka bakar
  32. Penghambat pertumbuhan tumor
  33. Menurunkan kolesterol
  34. Membantu menyembuhkan TBC
  35. Menghambat pertumbuhan Kista pada rahim wanita
  36. Mengobati pendarahan pasca melahirkan normal
  37. Mengobati tulang patah
  38. Digigit binatang berbisa
  39. Pembengkakan pada payudara
  40. Reumatik persendian
  41. Batu ginjal, batuk sinusitis, radang tenggorokan. 
Bisa dengan daun segar yang disajikan langsung, untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari, dan untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun dewa setiap hari. Atau dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.Prof Hembing, dalam paparannya, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor selain temu putih. Daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak dan asam urat.

Daun dewa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. selain itu umbinya brerkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, pendarahan sehabis melahirkan. (Dr. setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia)

Pemakaian dalam:
  • Obat Stroke, siapkan 30 gram umbi daun dewa, setelah dibersihkan lantas keringkan, tumbuk sampai halus. Ambil 1 sendok teh bubuk umbi daun dewa, campur dengan 5 butir biji ginko. Seduhlah didalam segalas air, campur sedikit madu, lalu diminum. Atau ambil 1 sendok makan bubuk umbi dewa, campur dengan 10 butir biji ginko kering yang sudah ditumbuk, lalu masukkan ke dalam kapsul, lalu kapsul siap diminum. Minum secara teratur sepanjang 1-2 bulan.
  • Obat rematik, 30 gram daun dewa segar, bersihkan lantas direbus. Lumatkan serta peras dengan diberi sedikit air, minum setiap hari. atau siapkan 30 gram daun tanaman daun dewa segar, 10 gram jahe merah, serta 30 gram akar sawi langit. Masukkan ke dalam 600 cc air, lalu rebus sampai tersisa 300 cc, di saring lalu diminum.
  • Obat Kencing Manis, 5 daun tanaman daun dewa segar, seduh dengan 110 cc air, minum 100 cc sekali dalam satu hari.
  • Obat Pendarahan dan Payudara Bengkak, 15 gram daun tanaman daun dewa, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuh, minum sesudah dingin, 1 hari 3 kali, setiap minum 1/2 gelas.
  • Panas dan kejang pada anak, daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum, 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, lalu diminum.
  • Obat Sakit Jantung, 10 gram umbi daun dewa segar ditumbuk halus, campur air 1/2 gelas, disaring, lalu minum tiap sore.
  • Obat Menurunkan Darah Tinggi, 7 lembar daun dewa yang lebar siap panen, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari sesudah makan. Atau daun dewa tersebut dijadikan lalapan.
  • Obat Luka Memar, 20 gram daun dan umbi daun dewa, daun jarak 10 lembar, haluskan ke 3 bahan tersebut, lalu tempelkan pada daerah yang sakit. Atau untuk bengkak memar, umbi daun dewa sebanyak 6-9 gram dicuci bersih, diris-iris tipis, tambahkan arak kuning (wongciu) secukupnya, lalu di tim, minum selagi hangat.
  • Obat Kencing Manis, Diabetes, caranya meminum air rebusan daun tersebut yang sudah dikeringkan.
  • Obat Tidak datang Haid, 15-30 gram herba direbus campur dengan arak yang sudah dipanaskan , lalu diminum.
  • Obat Luka Terpukul dan Masuk Angin, 6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya dipanaskan, lalu diminum.
  • Obat Ganglion, makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.
  • Obat Demam Berdarah, 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Jantung Koroner (penyempitan pada pembuluh nadi koroner yang memasok darah ke jantung), 30 gram daun dewa segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Keseleo, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Tumor/Kanker, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari. Setelah dilakukan 10-12 hari pengobatan dihentikan selama 3 hari, setelah itu pengobatan dapat dilanjutkan.
  • Obat wasir atau Ambeien, 15 gram daun dewa dan 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya dan dipotong-potong), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring tambahkan madu, lalu airnya diminum dan daging daun lidah buayanya dimakan. Apabila sudah parah, lakukan terapi berikut, ambil 2-3 lembar daun dewa remas agar keluar getahnya, dan masukkan ke anus.
Pemakaian luar:
  • Obat Penyakit Kutil, iris-iris daun dewa lalu tempel pada kutil, lalu dibalut. Atau 5 lembar daun dewa dihaluskan dan dioleskan pada kutil, lalu dibalut.
  • Obat Luka Bakar serta Luka Teriris, tumbuk umbi daun dewa, campur sedikit gula merah sampai jadi adonan seperti salep, oleskan ke bagian luka bakar atau luka teriris, lalu balut. atau untuk luka bakar daun dewa di cuci bersih, digilas (di tumbuk) halus, tambah sedikit gula merah sampai menjadi seperti salep, kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang sakit dan dibalut.
  • Obat Gigitan Binatang Buas, tumbuk halus umbi daun dewa secukupnya, lalu oleskan ke bagian tubuh yang tergigit dan dibalut.
  • Obat Flek Hitam pada Wajah, ambil daun tanaman daun dewa yang mempunyai getah, lalu getahnya dioleskan pada flek hitam tersebut.
  • Obat digigit Ular/binatang lain, Umbi dan daun dewa secukupnya dicuci, lalu ditumbuk halus, tempelkan pada bagian yang tergigit, lalu dibalut.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Begitulah topik kita kali ini mengenai manfaat dan khasiat tanaman daun dewa untuk kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit, selamat mencoba pengobatan alami dengan tanaman herbal.

Manfaat & Khasiat Tanaman Putri Malu

Manfaat & Khasiat Tanaman Putri Malu
Putri Malu (Mimosa pudica)
Berikut adalah lengkap tentang manfaat dan khasiat tanaman putri malu bagi kesehatan tubuh sebagai bahan obat herbal dan pengobatan tradisional. Putri Malu (Mimosa pudica) adalah perdu pendek anggota polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup (menguncup) dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Daun putri malu menutup ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Rangsangan tersebut juga dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. Gerak ini disebut seismonasti, walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan atau (tigmonasti). Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Tumbuhan putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora).
Putri Malu [Mimosa pudica Linn] sering tumbuh di pinggir jalan, tanah lapang, cepat berkembang biak, tumbuh tidur di tanah, kadang-kadang tegak. Batang bulat, berbulu dan berduri. Putri Malu tumbuh liar begitu saja. Tanaman ini memiliki bentuk daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai.

Familia: Fabaceae
Kerajaan : Plantae, Divisi : Magnoliopsida, Ordo : Fabales, Upafamili : Mimosoideae, Genus : Mimosa, Spesies : Mimosa pudica.
Nama daerah: Putri Malu

Nama asing: Filipina adalah makahiya berarti 'malu",dari Sinhala adalah nidikumba berarti "tidur", dari Tonga adalah mate-loi berarti "pura-pura mati", namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut"

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
manis dan agak dingin, sedangkan efek farmakologisnya adalah sebagai sebagai penenang (tranquiliser), pelancar dahak (expectoran), sedative, anti batuk (antitusif), penurun panas (antipiretic), pelancar air kencing (diuretic), dan anti radang (anti-inflammatory).

Kandungan kimia: Mimosine

Bagian yang digunakan: Akar, daun, dan seluruh tanaman.

Manfaat dan kegunaan:
  1. Insomnia
  2. Bronkhitis
  3. Batuk berdahak
  4. Panas tinggi
  5. Herpes
  6. Reumatik
  7. Cacingan/Ascariasis
  8. Batu Saluran Kencing
Pemakaian dalam:
1. Untuk mengobati Insomnia (Penyakit susah tidur)
    Resep 1
    - Rebus daun putri Malu (Mimosa Pudica Linn.) sebanyak 30-60 gr.
    - Setelah dingin diminum.
    Resep 2
    - Daun Putri Malu/Si Kejut (Mimosa pudica Linn.) 15 gr, Sawi Langit (Vemonia cinerea) 15 gr.
      Calincing (Oxalis repens) 30 gr,
    - Semua bahan di rebus sampai mendidih.
    - lalu di minum.

2. Mengobati Bronkhitis Kronis
    Resep 1
    - Akar tanaman Putri Malu (Mimosa Pudica Linn.) 60 gr, dan Air 600 cc.
    - Semua bahan direbus dengan api kecil hingga tersisa 200 cc.
    - Dibagi 2 kali minum. 10 hari adalah 1 kuur.
    Resep 2
    - Mimosa pudica Linn. 30 gr, Akar peristrophe roxburghiana 10 gr
    - Keduanya direbus sampai mendidih
    - Dibagi menjadi 2 dosis/hari

3. Mengobati Batuk dengan dahak banyak
    - Rebus akar Putri Malu sebanyak 10-15 gr. dengan air secukupnya lalu di minum.

4. Mengobati Rheumatik
    - 15 gr akar Putri Malu (Mimosa Pudica Linn.) direndam dalam 500 cc arak putih selama 2
      minggu.

5. Cacingan/Ascariasis
    - Cuci 10-15 gr akar putri malu, lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    - Setelah dingin disaring dan air saringannya diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.

6. Batu Saluran Kencing
    - Cuci herba putri malu segar, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    - Setelah dingin disaring dan airnya diminum sekaligus.
    - Sebaiknya ramuan ini diminum pada malam hari.

Pemakaian luar:
Untuk Luka, Radang kulit bernanah (Pioderma) dan Herpes;
Tanaman putri malu segar dilumatkan, lalu ditempelkan ke tempat yang sakit.

Kontraindikasi :
  • Pemakaian akar tanaman putri malu [Mimosa pudica Linn]secara berlebihan atau melebihi dosis justru akan menyebabkan keracunan dan muntah-muntah.
  • Wanita hamil di larang memakai resep ini.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Itulah khasiat putri malu bagi kesehatan tubuh, silahkan coba manfaatnya untuk penyembuhan alternatif dengan tanaman obat herbal alami.