Showing posts with label Umbi. Show all posts
Showing posts with label Umbi. Show all posts

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa

Manfaat dan Khasiat Daun Dewa
Daun Dewa (Gynura segetum)
Penjelasan lengkap tentang manfaat dan khasiat daun dewa. Tanaman Daun Dewa (Gynura segetum) ini terhitung tumbuhan semak tahunan, tinggi kurang lebih 50 cm, warna tengguli, semakin tua bercabang banyak. Tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0 - 1.000 m di atas permukaan laut. Daun berwarna hijau tua dengan garis ungu di pinggirnya, warna daun bagian atas lebih tua daripada bagian bawah, kedua permukaan daun mempunyai bulu-bulu halus, bentuk daun bulat memanjang, dengan pinggir berlekuk, bertangkai daun amat pendek. Batangnya memiliki rambut halus, lunak, serta berwarna ungu kehijau-hijauan, tinggi batangnya cuma 10-25 cm. Bunganya muncul di ujung batang. Sebelum mekar, bunganya seperti kancing, berupa himpunan benang sari berwarna kuning cerah sesudah mekar. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merah kecoklatan. Bunga umumnya segera rontok, tidak jadi buah. Jika berbuah, memiliki bentuk lonjong dengan diameter 4-5 mm. Akarnya yang membentuk umbi dengan panjang kurang lebih 5-8 cm. Kulit umbi berwarna keabu-abuan, namun daging umbinya terlihat bening sampai keruh. Umumnya daun dewa diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang, anakan/tunas, dan umbi.
Familia: Compositae.

Nama asing: Cina disebut san qi cao.

Nama daerah: Di Jawa disebut sambung nyawa. .Melayu disebut dengan beluntas cina, daun dewa, setawar barah, samsit.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Netral, rasanya khas, antikoagulan, mencegah pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan.

Kandungan kimia: Saponin, Minyak Atsiri, Flavonid

Bagian yang digunakan: Seluruh bagian tanaman

Khasiat menyembuhkan:
  1. Jantung koroner
  2. Stroke
  3. Penyempitan pembuluh darah
  4. Kolesterol tinggi
  5. Obat menghentikan pendarahan
  6. Menghilangkan panas
  7. Membersihkan racun
  8. Mengobati luka memar karena terpukul
  9. Antikoagulan
  10. Analgesik (meredakan rasa nyeri)
  11. Anti Inflamasi (anti radang)
  12. Infeksi kerongkongan
  13. Gigitan binatang berbisa
  14. Pendarahan setelah melahirkan
  15. Kejang pada anak
  16. Mencairkan pembekuan darah akibat pembengkakan
  17. Kanker payudara pada wanita
  18. Melancarkan sirkulasi darah
  19. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  20. Pereda rasa nyeri
  21. Anti radang
  22. Meluruhkan kencing
  23. Penurun panas
  24. Kencing manis atau Diabetes melitus
  25. Pembersih racun dalam tubuh
  26. Pencegah kanker
  27. Luka bengkak akibat pukulan
  28. Haid tidak lancar
  29. Melancarkan peredaran darah
  30. Menghentikan pendarahan mimisan, batuk darah, dan muntah darah
  31. Luka bakar
  32. Penghambat pertumbuhan tumor
  33. Menurunkan kolesterol
  34. Membantu menyembuhkan TBC
  35. Menghambat pertumbuhan Kista pada rahim wanita
  36. Mengobati pendarahan pasca melahirkan normal
  37. Mengobati tulang patah
  38. Digigit binatang berbisa
  39. Pembengkakan pada payudara
  40. Reumatik persendian
  41. Batu ginjal, batuk sinusitis, radang tenggorokan. 
Bisa dengan daun segar yang disajikan langsung, untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari, dan untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun dewa setiap hari. Atau dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.Prof Hembing, dalam paparannya, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor selain temu putih. Daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak dan asam urat.

Daun dewa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. selain itu umbinya brerkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, pendarahan sehabis melahirkan. (Dr. setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia)

Pemakaian dalam:
  • Obat Stroke, siapkan 30 gram umbi daun dewa, setelah dibersihkan lantas keringkan, tumbuk sampai halus. Ambil 1 sendok teh bubuk umbi daun dewa, campur dengan 5 butir biji ginko. Seduhlah didalam segalas air, campur sedikit madu, lalu diminum. Atau ambil 1 sendok makan bubuk umbi dewa, campur dengan 10 butir biji ginko kering yang sudah ditumbuk, lalu masukkan ke dalam kapsul, lalu kapsul siap diminum. Minum secara teratur sepanjang 1-2 bulan.
  • Obat rematik, 30 gram daun dewa segar, bersihkan lantas direbus. Lumatkan serta peras dengan diberi sedikit air, minum setiap hari. atau siapkan 30 gram daun tanaman daun dewa segar, 10 gram jahe merah, serta 30 gram akar sawi langit. Masukkan ke dalam 600 cc air, lalu rebus sampai tersisa 300 cc, di saring lalu diminum.
  • Obat Kencing Manis, 5 daun tanaman daun dewa segar, seduh dengan 110 cc air, minum 100 cc sekali dalam satu hari.
  • Obat Pendarahan dan Payudara Bengkak, 15 gram daun tanaman daun dewa, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuh, minum sesudah dingin, 1 hari 3 kali, setiap minum 1/2 gelas.
  • Panas dan kejang pada anak, daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum, 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, lalu diminum.
  • Obat Sakit Jantung, 10 gram umbi daun dewa segar ditumbuk halus, campur air 1/2 gelas, disaring, lalu minum tiap sore.
  • Obat Menurunkan Darah Tinggi, 7 lembar daun dewa yang lebar siap panen, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari sesudah makan. Atau daun dewa tersebut dijadikan lalapan.
  • Obat Luka Memar, 20 gram daun dan umbi daun dewa, daun jarak 10 lembar, haluskan ke 3 bahan tersebut, lalu tempelkan pada daerah yang sakit. Atau untuk bengkak memar, umbi daun dewa sebanyak 6-9 gram dicuci bersih, diris-iris tipis, tambahkan arak kuning (wongciu) secukupnya, lalu di tim, minum selagi hangat.
  • Obat Kencing Manis, Diabetes, caranya meminum air rebusan daun tersebut yang sudah dikeringkan.
  • Obat Tidak datang Haid, 15-30 gram herba direbus campur dengan arak yang sudah dipanaskan , lalu diminum.
  • Obat Luka Terpukul dan Masuk Angin, 6-9 gram umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya dipanaskan, lalu diminum.
  • Obat Ganglion, makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.
  • Obat Demam Berdarah, 30 gram daun dewa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Jantung Koroner (penyempitan pada pembuluh nadi koroner yang memasok darah ke jantung), 30 gram daun dewa segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Keseleo, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari.
  • Obat Tumor/Kanker, 30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, minum airnya selagi hangat, lakukan secara teratur 2 kali sehari. Setelah dilakukan 10-12 hari pengobatan dihentikan selama 3 hari, setelah itu pengobatan dapat dilanjutkan.
  • Obat wasir atau Ambeien, 15 gram daun dewa dan 90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya dan dipotong-potong), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring tambahkan madu, lalu airnya diminum dan daging daun lidah buayanya dimakan. Apabila sudah parah, lakukan terapi berikut, ambil 2-3 lembar daun dewa remas agar keluar getahnya, dan masukkan ke anus.
Pemakaian luar:
  • Obat Penyakit Kutil, iris-iris daun dewa lalu tempel pada kutil, lalu dibalut. Atau 5 lembar daun dewa dihaluskan dan dioleskan pada kutil, lalu dibalut.
  • Obat Luka Bakar serta Luka Teriris, tumbuk umbi daun dewa, campur sedikit gula merah sampai jadi adonan seperti salep, oleskan ke bagian luka bakar atau luka teriris, lalu balut. atau untuk luka bakar daun dewa di cuci bersih, digilas (di tumbuk) halus, tambah sedikit gula merah sampai menjadi seperti salep, kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang sakit dan dibalut.
  • Obat Gigitan Binatang Buas, tumbuk halus umbi daun dewa secukupnya, lalu oleskan ke bagian tubuh yang tergigit dan dibalut.
  • Obat Flek Hitam pada Wajah, ambil daun tanaman daun dewa yang mempunyai getah, lalu getahnya dioleskan pada flek hitam tersebut.
  • Obat digigit Ular/binatang lain, Umbi dan daun dewa secukupnya dicuci, lalu ditumbuk halus, tempelkan pada bagian yang tergigit, lalu dibalut.
Catatan : Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Begitulah topik kita kali ini mengenai manfaat dan khasiat tanaman daun dewa untuk kesehatan tubuh dan menyembuhkan berbagai penyakit, selamat mencoba pengobatan alami dengan tanaman herbal.

Khasiat Tanaman Begonia bagi Kesehatan

Khasiat Tanaman Begonia bagi Kesehatan
Begonia
Kini kita berbagi info tentang manfaat dan khasiat tanaman Begonia bagi kesehatan tubuh manusia, begonia adalah tumbuhan berasal dari Amerika Selatan, umumnya tumbuh baik di daerah pegunungan, pada ketinggian 200-1300 m di atas permukaan laut, pada tempat teduh dan tanah yang lembab. Pengembangbiakan dengan tunas atau dengan stek daun. Daun dan bunganya yang berair rasanya asam segar, bisa digunakan sebagai pengganti acar, ada juga yang dimasak dengan gula sehingga menghasilkan sirup asam yang enak. Di Jawa Barat, bunga yang belum mekar sering dirujak.
Habitus Herba, bercabang banyak, batangnya lunak dan berair, tinggi 15-65 cm, daunnya tunggal berbentuk jantung yang tidak simetris, berair dan berbulu, warna daunnya berbeda-beda. Pada Begonia glabra permukaan atasnya berwarna hijau, sedangkan permukaan bawahnya berwarna perak keputihan. Bunga majemuk, bergerombol, umumnya tersusun berupa rangkaian anak payung menggarpu, berwarna berbeda-beda tergantung pada jenisnya, ada yang berwarna merah muda, ada yang berwarna kuning dan berwarna putih. Biji banyak dan kecil-kecil.
Familia : Begoniaceae
Nama Asing: Chiu hai thang (Tionghoa)

Nama Indonesia
  1. Jawa : bihun, hariyang bulu (sunda)
  2. Maluku : daun asam (Ambon), coco (Ternate)
  3. Sulawesi : kaci (Makasar)
Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Rasanya masam, tawar, sejuk. Berkhasiat sebegai pereda demam (anti piretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), pereda batuk (antitusif).

Kandungan Kimia
Asam oksalat, begonin, kalsium, magnesium.

Bagian yang dipakai
Daun, umbi, dan seluruh herba

Manfaat dan Kegunaan:
  • Sakit tenggorokan (Pharyngitis)
  • Influenza
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menghentikan pendarahan (hemostatis)
  • Muntah darah (hematemesis)
  • Pendarahan setelah melahirkan
  • Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea)
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Disentri
  • Rematik arthritis
  • Bisul (furunculus)
  • Bengkak, luka terpukul (swelling)
  • dan lain-lain.
Pemakaian Dalam
  1. Muntah darah (hematemesis):10 gram umbi begonia dan 30 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum hangat-hangat.
  2. Menghentikan pendarahan (hemostatic): 10 gram umbi begonia dan 100 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelahdingin airnya diminum.
  3. Terlambat Haid: 9-15 gram umbi begonia ditumbuk halus lalu diseduh dengan 200 cc air mendidih, hangat-hangat airnya diminum.
  4. Haid tidak teratur: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum. Keputihan (leucorrhea): 10 gram umbi begonia dan 10 gram kulit delima kering (Punica granatum L.) ditumbuk lalu diseduh dengan air mendidih secukupnya, airnya diminum hangat-hangat.
  5. Disentri: 15 gram herba begonia, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta L.) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, airnya diminum.
  6. Rematik:10-15 gram daun begonia, dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
  7. Rematik atrithis: 150 gram selutuh herba begonia dan 125 gram jukut pendul (Kyllinga brevifolia Rottb.) ditumbuk halus lalu dicampur dengan madu secukupnya, kemudian bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dankeringkan. Ambil 10 gram ramuan tadi dan seduh dengan air mendidih secukupnya lalu diminum secara teratur 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.
  8. Cedera, luka terpukul: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi daun dewa/thien ci (Gynura segetum [Lour] Merr.) disangrai kemudian ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum.
Pemakaian Luar
  1. Sakit tenggorokan (pharyngitis): 15 gram umbi begonia dicuci dan diiris, tambahkan 300 cc air lalu diblender, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
  2. Bengkak luar dan peradangan: daun begonia, daun dewa (Gynura segetum (Lour) Merr.) dan daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) masing-masing secukupnya, dicuci dan digiling halus lalu tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
Catatan :
  1. Umbi daun dewa (thien ci) dapat dibeli di toko obat Tionghoa, akar rimpang teratai dapat dibeli di pasar-pasar tradisional.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.
Artikel tentang manfaat dan khasiat tanaman begonia diatas ini akan membantu Anda dalam usaha penyembuhan dengan pengobatan alternatif untuk kesehatan tubuh Anda sekeluarga.

Manfaat Tanaman Bakung Putih

Manfaat Tanaman Bakung Putih
Bakung Putih (Crinum asiaticum)
Manfaat dan khasiat tanaman Bakung Putih (Crinum asiaticum) yang berasal dari Asia Tenggara, kemudian menyebar ke kawasan tropis lainnya dan bahkan ke daerah-daerah subtropis. Sering ditemukan di dataran rendah sampai 700 m di atas permukaan laut, khususnya di tempat-tempat yang lembab tanahnya dan banyak humusnya, di tepi sungai, gundukan di pantai dan sekitar danau juga di tepi hutan, Bakung dikenal sebagai tanaman hias, biasa ditanam di halaman. Selain sebagai tanaman hias bakung juga bisa digunakan sebagai tanaman obat. Pengembangbiakan dapat dilakukan dengan umbi atau bijinya. Herba tahunan dengan tinggi 0,5-1,3 m, mempunyai umbi lapis yang besar dengan diameter 5-10 cm. Pada ujung umbi ada batang semu dengan tunas samping yang tingginya 9-75 cm. Daun duduk, berbentuk pita atau lanset, panjang 3-120 cm, lebar 3-18 cm, urat-urat daun sejajar tampak jelas. Bunga tersusun dalam bentuk payung, terdiri atas 10 - 40 bunga yang berwarna putih dan bebentuk corong. Buahnya berupa buah kotak yang mempunyai kulit tipis, bentuknya bulat telur terbalik, merekah menjadi dua rongga bila masak, berbiji 1-5. Bijinya besar-besar, bentuknya bundar gepeng dan kulit bijinya berlapis lendir.

Familia : Amaryllidaceae. Sinonim : Crinum rhunpii Meer. = Crinum sinicum Roxb

Nama asing: When cu lan (Tionghoa), Lelie (Belanda), Crinum lily, seashore crinum (Inggris), Plub-plueng (Thailand), Krinum bakung (Malaysia)

Nama Indonesia: Sumatra : Bakung (Melayu), bawang hutan, bawang tembaga, kajang-kajang (Palembang), bahong (Batak), semur (Bangka), bakueng (Minang-kabau).

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasanya pedas, tajam, dingin, dan agak beracun. Berkhasiat sebagai perangsang muntah (emetikum), penetral racun (antidotum), peluruh keringat (diaforetik), obat cacing (antalminitik), merangsang masaknya bisul, menghilangkan pembengkakkan (antiswelling), dan menghilangkan rasa sakit (analgesik).

Kandungan kimia:
Umbinya mengandung alkaloid berupa likorin, krinin dan asetilkorin, ibulin, dan methylanthanilate.

Bagian yang digunakan:
Umbi lapis, daun, akar, atau seluruh herba. Pemakaian segar atau kering.

Khasiat penyembuhan penyakit:
  • Sakit/radang tenggorokan (faringitis)
  • Sakit gigi
  • Sakit Pingggang (lumbago)
  • Kaki dan tangan bengkak
  • Pembengkakan kelenjar limfa
  • Luka terpukul (traimatic injury), bengkak (edema)
  • Rematik sendi, keseleo
  • Borok (ulcustripicum), bisul (furunkulus), patek (frambusa), radang kulit bernanah (pioderma).
  • Cacingan
  • Sudah buang air kecil (oliguria)
  • Keseleo
  • Dan lain-lain
Dosis pemakaian:
  1. Pemakaian luar : herba segar dicuci dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 3-10 gram akar atau 15-30 gram daun, direbus lalu airnya diminum.
Pemakaia luar:

1. Sakit Gigi :
  • Akar bakung secukupnya dicuci dan digiling lalu ditempelkan pada tempat yang sakit
  • Akar bakung dicuci lalu direbus dengan air hingga mendidih, setelah dingin atau hangat digunakan untuk kumur-kumur lalu dibuang.
2. Kaki dan Tangan Bengkak (edema), Luka terpukul, rematik : daun bakung dioles dengan
    minyak kelapa (Cocos nucifera L.), dilayukan di atas api, lalu ditempelkan atau dililitkan
    pada bagian tubuh yang sakit.

3. Pembengkakkan Kelenjar Limfa pada selangkangan dan ketiak : daun bakung secukupnya
    dua siung bawang merah (Allium cepa L.) dan gula putih secukupnya digiling lalu ditempelkan
    pada tubuh yang sakit.

4. Rematik Sendi :  daun bakung  dipanaskan di atas api kecil hingga layu kemudian diolesi
   dengan minyak wijen lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit.

5. Sakit Pinggang (lumbago) : daun bakung dan 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc),
    dihaluskan lalu dibalurkan pada pinggang.

6. Keseleo :
  • Daun bakung dihangatkan di atas api kecil hingga layu lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit
  • Daun bakung segar atau kering digiling hingga hancur, tambahkan arak putih dan tepung terigu yang telah digonseng secukupnya lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit
  • Umbi bakung secukupnya digiling halus, tambahakan arak putih secukupnya, lalu ditempelkan pada tubuh yang sakit.
7. Borok (ulkustripikum), Bisul (furunkulus)
  • Umbi bakung segar dicuci dan diiris kecil-kecil, dipanasi sebentar kemudian ditempelkan pada kulit yang borok lalu dibalut.
  • Daun bakung secukupnya dicuci bersih lalu dijus, cairannya dioleskan pada tempat yang sakit
  • Daun dan tangkai bunga bakung segar dicuci dan dihaluskan, tambahkan sedikit madu, lalu ditempelkan pada bisul (furunkulus), radang kulit bernanah (pioderma), atau bengkak
8. Patek (frambusia) : Buah dan biji bakung dicuci bersih lalu dihaluskan, dicampur dengan
    tepung bedak beras dingin secukupnya, kemudian dibalurkan pada kulit yang sakit.

9. Luka,  luka karena benda beracun : Umbi bakung segar dicuci bersih lalu dihaluskan, lalu
    ditempelkan luka.

10. Mengatasi Buang Air tertahan/tidak lancar : daun bakung diolesi dengan minyak kelapa
      secukupnya lalu ditempelkan pada daerah kandung kencing.

Pemakaian dalam:
Luka akibat benda beracun atau gigit ular, perangsang muntah (emeticum) : 5-10 gram umbi bakung dicuci bersih lalu dihaluskan/dijus, disaring lalu airnya diminum dan ampasnya diletakkan pada tempat yang luka  kemudaian dibalut. Setelah memakai resep ini akan muntah sehingga membantu keluarnya racun.

Catatan:
  1. Tumbuhan Bakung beracun, terutama umbinya, gunakan secara hati-hati
  2. Tanda-tanda keracunan yaitu sakit perut, diikuti dengan diare yang hebat, denyut nadi cepat, pernapasan tidak teratur, dan panas tinggi
  3. Pengobatannya : lambung cepat dipompa agar isinya keluar (dibuat muntah) kemudian minum teh kental atau boleh juga 40 cc cuka beras putih dan 30 cc jus jahe segar ditambah air secukupnya, dikumur-kumur dan jangan ditelan.
  4. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.
Demikian artikel lengkap mengenai manfaat dan khasiat tanaman bakung putih bagi kesehatan tubuh dalam pengobatan tradisional, semoga berguna.

Manfaat Anggrek Tanah (Bletilla Striata)

Manfaat Anggrek Tanah (Bletilla Striata)
Anggrek Tanah (Bletilla Striata)
Pokok bahasan artikel kali ini tentang manfaat dan khasiat tanaman Anggrek Tanah/Bletilla Striata (Thunb.) Reichb.f. yang merupakan herba dan termasuk anggrek tanah, tinggi 15-50 cm. Umbi semu membulat dengan garis-garis yang berpusat pada satu titik. Daun berjumlah 4 atau 5, berkerut dan bentuknya lanset memanjang dengan pangkal serupa pelepah dan ujungnya runcing, panjang 8-29 cm dan lebarnya 1,5-4 cm, berwarna hijau. Bunga berwarna merah muda keunguan , tandan bunga bertangkai sangat panjang yaitu 15-20 cm dengan bunga 3-8 bunga. Daun kelopak hampir sama panjangnya dengan mahkota, tetapi sedikit sempit. Bibir berwarna merah muda dengan garis-garis yang berwarna ungu. Anggrek tanah tumbuh pada bermacam-macam keadaan tanah. Karena bentuk dan warna bunganya yang indah, banyak ditanam sebagai tanaman hias di halaman.
Familia : Orchidaceae 
Nama Daerah : Anggrek Tanah
Nama Asing : Pai cik, tze lan (Tionghoa), Bletilla (Inggris)

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis:
Rasa pahit, manis, dan kelat, agak sejuk. Berkhasiat sebagai pengelat (astringent), menghentikan pendarahan (hemostatic), anti-swelling, meningkatkan regenerasi jaringan.

Kandungan Kimia:
Umbi mengandung pati, bletilla-glucomannan (D-mannose ; D-glucose = 3 : 1)

Bagian yang Dipakai:
Umbi dikeringkan dan dijadikan bubuk.

Khasiat & Kegunaan:
  • Ingus berbau tidak sedap
  • TBC (tuberculose)
  • Abses paru-paru
  • Batuk (tusis)
  • Batuk rejan (pertusis)
  • Radang saluran nafas (bronchitis)
  • Pendarahan lambung dan usus
  • Radang payudara (puting pecah dan bengkak)
  • Mata ikan, bisul (furunculus)
  • Herpes
  • Terkilir/keseleo
  • dan lain-lain
Dosis Pemakaian:
  1. Pemakaian luar : umbi segar dihaluskan atau bubuk umbi ditambahkan air lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam : 3-15 gram bubuk umbi (kering), diseduh atau direbus lalu diminum.
Pemakaian Dalam:
  1. Bronkhitis yang disertai batuk darah : 3-6 gram bubuk umbi anggrek tanah diseduh dengan air mendidih secukupnya kemudian diminum selagi hangat.
  2. TBC paru (tuberculose) : 30-60 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium sp.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, tambahkan 9 gram bubuk umbi anggrek tanah kemudian diminum.
  3. Batuk (tusis) : 10 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium sp.) dan 10 gram kulit jeruk Mandarin kering (Citrus nobilis Lour), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu masukan 9 gram bubuk umbi anggrek tanah, kemudian diminum selagi hangat.
  4. Batuk rejan pada anak (pertusis) : Bubuk umbi anggrek tanah (sesuai dosis berdasarkan berat badan) diseduh dengan air mendidih secukupnya lalu diminum selagi hangat. Dosis sebagai berikut.
  • Usia anak kurang dari 1 tahun untuk berat badan per kg gunakan 0,15 gram bubuk umbi anggrek tanah (contoh berat badan 3 kg. bubuk umbi yang digunakan adalah 0,15 x 3 = 0,45 gram)
  • Usia anak lebih dari 1 tahun untuk berat badan per kg gunakan 0,20 gram bubuk umbi anggrek tanah (contoh berat badan 9 kg ; bubuk umbi yang digunakan adalah 0,20 x 9 = 1,80 gram)
    5. Abses paru-paru
  • 100 gram jali (Coix lachryma -jobi Bl.) direbus sampai lembut lalu masukkan 9 gram bubuk umbi anggrek tanah, kemudian dimakan.
  • 10 gram bubuk umbi anggrek tanah dan 1 butir telur ayam dikukus bersamaan sampai matang kemudian dimakan
   6.  Pendarahan lambung : 3-9 gram bubuk umbi anggrek tanah diseduh dengan air mendidih
         secukupnya lalu diminum selagi hangat.

   7. Sinusitis, ingus berbau tak sedap : 9 gram bubuk umbi anggrek tanah dan 10 gram bubuk
       sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) diseduh dengan air mendidih secukupnya
       kemudian diminum selagi hangat.

Pemakaian Luar:
  1. Bisul (furunculus), herpes : 10 gram bubuk umbi anggrek tanah, 10 gram bubuk sambiloto (Andrographis paniculata Nees), dan air secukupnya diaduk sampai rata lalu dioleskan pada bagian kulit yang sakit. Lakukan secara teratur.
  2. Radang Payudara (mastiotis) : Bubuk umbi anggrek tanah dan putih telur masing-masing secukupnya, dioleskan pada payudara. lakukan secara teratur.
  3. Mata ikan : Bubuk umbi anggrek tanah secukupnya dan cuka beras putih secukupnya diaduk rata lalu dioleskan pada mata ikan.
  4. Terkilir : Bubuk umbi anggrek tanah secukupnya dan arak putih secukupnya diaduk sampai rata kemudian dioleskan pada bagian terkilir/keseleo.
Catatan:
  1. Umbi anggrek tanah disebut juga pai cik, umbi bunga lili disebut pahap. Keduanya dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius tetap konsultasi ke dokter.
Mudah-mudahan bahasan tentang manfaat dan khasiat tumbuhan anggrek tanah untuk pengobatan alternatif akan dapat membantu Anda sekeluarga. Sallam.